BPH Migas Dorong Badan Usaha Daerah di NTT Jadi Penyalur BBM

Kompas.com - 10/09/2018, 14:17 WIB
Sosialisasi BBM satu harga di Kabupaten Belu, Atambua, Senin (10/9/2018)KOMPAS.com/Putri Syifa Nurfadilah Sosialisasi BBM satu harga di Kabupaten Belu, Atambua, Senin (10/9/2018)

ATAMBUA, KOMPAS.com - Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi ( BPH Migas) Henry Ahmad mengatakan, pihaknya akan mendorong bebagai Badan Usaha Daerah (BUD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi penyalur BBM.

“Kedepan kita akan mendorong berbagai badan usaha untuk membangun badan penyaluran,” ujar Henry dalam sosialisasi BBM satu harga di Kabupaten Belu, Atambua, Senin (10/9/2018).

Hal ini dilakukan agar ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di NTT tercukupi, sehingga ekonomi masyarakatnya dapat berkembang.

Dirinya memaparkan, di NTT saat ini masih membutuhkan banyak penyalur BBM. Dari seluruh wilayah NTT hanya tersedia 143 penyalur dari 5,3 juta lebih jumlah penduduk.

“Rasio saat ini setiap 37.000 penduduk hanya ada 1 penyalur, ini masih kurang. Harusnya bisa ditambah hingga 6 kali lipat, hingga minimal 700 penyalur,” pungkas Henry.

Henry juga mengatakan, potensi di wilayah Atambua ini bagus sehingga punya daya jual ekonomi yang tinggi. Jika kebutuhan BBM masyarakatnya bisa terpenuhi bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Kabupaten Belu bisa berkembang pesat.

“Atambua punya berbagai potensi yang bagus, kalau kita menginginkan ekonomi masyarakatnya tumbuh terutama di Kapubaten Belu persoalan BBM ini perlu jadi perhatian,“ ujar Henry.




Close Ads X