Tujuh Agenda Orang Kaya

Kompas.com - 13/09/2018, 05:50 WIB
Ilustrasi.THINKSTOCK Ilustrasi.

Awal abad ke-21 ini, ilmu pengetahuan sudah mulai bisa mengatasi sebagian agenda orang-orang miskin. Sebut saja pemberantasan penyakit-penyakit menular, malnutrisi atau kurang gizi, ketimpangan, modal insani (human capital), dan kini kita mulai membicarakan masalah stunting.

Hadirnya pemimpin yang pro poor seperti di Indonesia telah membuka banyak akses bagi kaum miskin untuk menikmati layanan publik. Bahkan, penyebab kematian yang menjadi sahabat kaum miskin sudah bisa diatasi dengan bantuan ilmu pengetahuan.

Baca: Orang-orang Kaya yang Mengaku Hidupnya Makin Sulit

Lain kaum miskin, lain kaum kaya. Bagaimana dengan agenda kaum kaya?

Agenda-agenda kelompok kaya ini mulai aktif diangkat, mencari perhatian publik, dan tanpa disadari sangat mengganggu kehidupan kita sehari-hari. Apa saja agenda mereka?

Berikut ini adalah daftarnya.

Likuiditas

Kaya di satu sisi mencerminkan kesejahteraan, namun mereka kaya aset, tidak likuid.

Begitulah kecenderungan manusia. Semakin kaya semakin banyak keinginan memiliki, menyimpan dalam bentuk noncash. Namun, setiap aset memerlukan biaya yang tidak kecil.

Seseorang yang punya dua apartemen saja harus menyediakan cash untuk membayar service charge bulanan, PBB, dan sebagainya. Bayangkan bagi mereka yang memiliki ribuan aset. Artinya akan semakin kaya, semakin berkurang likuiditasnya.

Dan ujiannya datang begitu krisis terjadi. Utang-utang membesar dan hanya 1 dari 10 orang kaya yang asetnya likuid. Mereka yang punya aset likuid-lah yang selamat.

Krisis moneter 1998 memberi pelajaran bahwa hanya satu bank milik konglomerat yang selamat dan tersisa sampai hari ini karena likuid dan fokus. Yang lain, mengalami kesulitan likuiditas karena kebanyakan aset.

Bank-bank mereka kini sudah berpindah tangan ke pemilik baru yang lebih memiliki aset likuid. Mereka merepotkan negara karena menyedot likuiditas yang dikenal sebagai Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X