Kompas.com - 13/09/2018, 19:03 WIB
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko di Jakarta, Rabu (31/1/2018). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANKepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) akan menggunakan strategi ekonomi digital untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen di tahun 2023. 

Adapun pada kuartal II 2018 ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada posisi 5,27 persen,

Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengatakan, untuk bisa mencapai target tersebut dibutuhkan pertumbuhan pembiayaan dari sektor industri jasa keuangan sebesar 16 persen.

"Dengan kondisi existing kalau digenjot bisa tumbuh sampai 13,5 persen sampai 2023," ujar dia ketika memberikan penjelaskan kepada awak media di Gedung BI, Kamis (13/9/2018).

Untuk menutupi kekurangan sebesar 2,5 persen, menurut dia, ekonomi digital dapay menjadi solusi. Sebab, ekonomi digital dapat membantu dalam menggerakkan kredit-kredit konvensional yang tak tersentuh perbankan.

"Ekonomi digital kan bisa melayani nasabah-nasabah underserved yang sulit dilayani oleh bank. Kalau kita bisa gerakkan unconventional lending, maka bisa menutupi 2,5 persen itu," ujar dia.

Onny menjelaskan, ke depan arah perkembangan ekonomi digital bertujuan pada pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga mengembangkan perbankan digital serta sistem pembayaran elektronik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, menjaga sistem ekonomi digital yang stabil juga menjadi penting lantaran banyaknya risiko dalam pengelolaannya.

Harapannya, pengembangan ekonomi digital dapat melayani 59,6 juta UMKM. Sehingga, UMKM di Indonesia tidak hanya tumbuh dari segi jumlah saja tetapi juga naik tingkat. Sebab hingga saat ini, sebanyak 98,74 persen UMKM merupakan usaha mikro.

"UMKM yang besar itu hanya 0,01 persen, menengah 0,1 persen, kecil 1,15 oerseb dan yang mikro 98,7 persen. Itu kiranya bisa tumbuh lebih besar kalau dikasih kredit," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.