China Akan Berikan Pinjaman 5 Miliar Dollar AS kepada Venezuela

Kompas.com - 14/09/2018, 06:45 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat memberikan pidato dalam peringatan Ulang Tahun Tentara Venezuela ke-81 di Caracas, Sabtu (4/8/2018), sesaat sebelum terjadi serangan drone bermuatan bom. AFP / JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro saat memberikan pidato dalam peringatan Ulang Tahun Tentara Venezuela ke-81 di Caracas, Sabtu (4/8/2018), sesaat sebelum terjadi serangan drone bermuatan bom.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro melakukan kunjungan ke China untuk mencari bantuan yang lebih besar untuk mengatasi krisis keuangan yang menimpa negaranya.

Krisis itu telah menyebabkan kerusuhan, bebragai upaya pembunuhan, dan runtuhnya mata uang negara mereka. Menteri keuangan Venezuela Simon Zirpa menyatakan, China telah sepakat akan memberikan pinjaman sebesar 5 miliar dollar AS dan Venezuela akan membayar kembali dengan menggunakan uang tunai ataupun minyak mentah.

"Venezuela memiliki aliansi yang besar dengan China," ujar Zerpa pada Kamis, (13/9/2018).

Dikutip melalui Bloomberg, Presiden Maduro telah menghentikan sebagian besar pembayaran utang luar negeri Venezuela dan berutang lebih dari 6 miliar dollar AS kepada pemegang obligasi, memotong sebagian besar sumber pembiayaan baru.

China dan Venezuela pun sedang menyelesaikan perjanjian dan akan merilis rincian secara tepat waktu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan, kerja sama pembiayaan akan sesuai dengan norma internasional.

"Situasi domestik semakin membaik dan pemerintah Venezuela secara aktif memromosikan reformasi ekonomi dan keuangan," ujar Geng.

Venezuela pun terus mencari solusi yang bisa disepakati bersama dengan para pemegang obigasi asing.

Obligasi minyak milik negara Petroleos de Venezuela akan jatuh tempo pada tahun 2020, meningat 0,3 persen menjadi 81 sen dalam dollar AS, dengan imbal hasil 22,4 persen. Obligasi pemerintah untuk tahun 2027 yang saat ini gagal bayar pun juga mengalami perubahan pada 23 sen.

China telah menjadi pemberi pinjaman utama kepada Venezuela sejak tahun 2008 ketika pertama kali menyediakan dana untuk infrastruktur dan proyek-proyek minyak di negara tersebut. Meskipun hanya ada sedikit data yang dipublikasikan, China telah memberikan pinjaman sekitar 70 miliar dollar AS dalam beberapa kali angsuran, sebagian besar harus dibayar kembali dalam bentuk minyak.

"Ini akan memberi peerintah sedikit ruang untuk bernapas," ujar Direktur Ecoanalitica Asdrubal Oliveros, sebuah perusahaan konsultan di Caracas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X