Stok Melimpah, Mentan Minta Pengusaha Tak Menaikkan Harga Beras

Kompas.com - 14/09/2018, 12:00 WIB
Sejumlah calon pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Senin (7/8/2017). PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan stok beras di DKI Jakarta jelang Hari Raya Idul Adha 1438 H dalam kondisi aman, hal tersebut disebabkan stok yang ada melebihi stok aman yaitu 30 ribu ton sementara di Pasar Induk Beras Cipinang mencapai 44 ribu ton. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/17. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJASejumlah calon pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Senin (7/8/2017). PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan stok beras di DKI Jakarta jelang Hari Raya Idul Adha 1438 H dalam kondisi aman, hal tersebut disebabkan stok yang ada melebihi stok aman yaitu 30 ribu ton sementara di Pasar Induk Beras Cipinang mencapai 44 ribu ton. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengimbau kepada para pedagang di pasar untuk tidak menaikkan harga beras.

Pasalnya, stok beras dalam negeri masih terlampau banyak dan jauh dari kekurangan.

"Sekali lagi kami katakan, semua pengusaha beras tolong jangan ada yang menaikkan harga. Ambil untung iya, tapi target kita petani sejahtera tetap kita perhatikan, pengusaha untung, konsumen pun senang," ucap Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).

Amran kemudian memastikan, kendati memasuki musim kemarau, produksi beras tidak mengalami penurunan dan cenderung masih berjalan dengan baik.

"Paradigma lama mengatakan musim kering musim kemarau itu tidak ada tanam, tanaman kurang. Sekarang sudah ada paradigma baru, teknologi baru, kita meningkatkan tanam di musim kering yang biasanya 500.000 hektar menjadi 1 juta hektar atau naik dua kali lipat pada saat musim kering," jelas Amran.

Amran menambahkan, salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan produksi beras saat musim kering adalah dengan membangun embung-embung. Sebanyak 30.000 embung dibangun hasil kolaborasi dengan Kementerian Desa.

Selain itu, cara lainnya yang digunakan Amran adalah bekerja sama dengan Kementerian PUPR membangun irigasi sekunder dan tersier.

"Kita membangun irigas tersier kurang lebih 3,4 juta hektar di seluruh Indonesia sudah selesai. Kita juga membangun sumur dangkal dan sumur dalam. Kita mengirim ratusan ribu pompa ke seluruh Indonesia sehingga hasilnya adalah kita bisa tanam di musim kemarau," sambung Amran.

Amran pun menegaskan bahwa persediaan di lapangan masih aman sampai saat ini. Adapun berdasarkan data Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), saat ini terdapat 2,4 juta ton beras yang disimpan di gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia.

"Kami mengecek faktanya di lapangan, di pasar supply masih aman. Kesimpulannya, tidak ada alasan harga naik khususnya beras karena kalau dulu alasan harga naik disebabkan stok kurang, tetapi sekarang di gudang full dan bahkan sewa gudang tambahan," pungkas dia.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X