Harga-harga Masih Rendah, BI Prediksi September Kembali Deflasi - Kompas.com

Harga-harga Masih Rendah, BI Prediksi September Kembali Deflasi

Kompas.com - 14/09/2018, 15:43 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doddy Budi Waluyo di kompleks Gedung BI, Jumat (14/9/2018).Kompas.com/Mutia Fauzia Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doddy Budi Waluyo di kompleks Gedung BI, Jumat (14/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia memprediksi Indeks Harga Konsumen (IHK) akan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen di bulan September 2018.  Pada Agustus lalu deflasi mencapai 0,05 persen.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo menyebutkan, deflasi terjadi lantaran masih rendahnya harga-harga bahan pangan terutama bawang merah dan cabai merah.

"September ini inflasi -0,04, deflasi," ujar Doddy ketika ditemui awak media selepas Sholat Jumat di Gedung BI, Jumat (14/9/2018).

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat bulan Agustus 2018 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen. Beberapa faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi adalah terkendalinya harga-harga bahan pangan dan turunnya tarif transportasi angkutan udara.

Baca juga: BI: Koreksi Harga Pangan Dorong Deflasi di Agustus 2018

"Berdasarkan perkembangan harga berbagai komoditas, secara umum menunjukkan penurunan. Di 82 kota IHK (Indeks Harga Konsumen), terjadi deflasi 0,05 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto melalui konferensi pers di kantornya, Senin (3/9/2018).

Suhariyanto menjelaskan, posisi deflasi Agustus 2018 lebih rendah dari deflasi periode yang sama tahun sebelumnya (Agustus 2017) sebesar 0,07 persen tapi lebih tinggi dari Agustus 2016 sebesar 0,02 persen. Sementara untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus 2018) sebesar 2,13 persen dan inflasi dari tahun ke tahun 3,20 persen.

"Angka ini menggembirakan, karena masih di bawah target 3,5 persen (untuk tahun 2018). Ke depan diharapkan inflasi terus terkendali," tutur Suhariyanto.



Close Ads X