Menteri Perdagangan: Agak Pusing kalau Setiap Berapa Bulan Ganti Direksi - Kompas.com

Menteri Perdagangan: Agak Pusing kalau Setiap Berapa Bulan Ganti Direksi

Kompas.com - 15/09/2018, 22:01 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan kuliah umum Kebijakan Perdagangan dalam Menghadapi Pasar Global di Era Revolusi Industri 4.0 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018). Dalam kuliah umum tersebut Enggartiasto Lukita mengatakan ekonomi digital merupakan bagian dari Revolusi Industri 4.0 yang identik dengan teknologi canggih.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan kuliah umum Kebijakan Perdagangan dalam Menghadapi Pasar Global di Era Revolusi Industri 4.0 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018). Dalam kuliah umum tersebut Enggartiasto Lukita mengatakan ekonomi digital merupakan bagian dari Revolusi Industri 4.0 yang identik dengan teknologi canggih.

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berharap agar badan usaha milik negara ( BUMN) tidak terlalu sering berganti direksi.

Hal itu disampaikannya di hadapan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media (PISM) Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno di PT Pindad Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2018).

Menurut Enggar, pergantian direksi yang terlalu sering dan begitu cepat akan menghambat koordinasi maupun kerja sama yang sudah terjalin.

"Saya berharap jangan bongkar pasang direksi keseringan. Kita baru koordinasi, ganti lagi. Koordinasi, ganti lagi," kata Enggar dalam peluncuran filling machine Anjungan Minyak Goreng Hygienist Otomatis (AMH-o) tersebut.

Enggar menyarankan agar direksi BUMN diberi kesempatan hingga menyelesaikan pekerjaannya.

"Agak pusing kita kalau setiap berapa bulan sekali ganti direksi," ujarnya.

Menurut Enggar, bila jajaran direksi dirasa sudah pas, maka sebaiknya dipertahankan hingga menghasilkan suatu prestasi. Hal itu dilakukan agar direksi bisa lebih fokus dalam mengerjakan tugasnya.

Belum lama ini, Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan rotasi direksi BUMN. Rini menunjuk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).


Askhara yang sebelumnya merupakan Direktur Utama Pelindo III menggantikan Pahala N Mansury. Adapun Pahala kini ditunjuk sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina.

Sebelumnya, Rini juga menunjuk Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama PT Pertamina. Nicke Widyawati mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Elia Massa Manik.

Komentar
Close Ads X