Pindad Produksi Mesin Pengemasan Minyak Goreng - Kompas.com

Pindad Produksi Mesin Pengemasan Minyak Goreng

Kompas.com - 16/09/2018, 16:08 WIB
Pindad meluncurkan filling machine anjungan minyak goreng hygienist otomatis (AMH-o) di Bandung, Sabtu (15/9/2018).KOMPAS.com/RENI SUSANTI Pindad meluncurkan filling machine anjungan minyak goreng hygienist otomatis (AMH-o) di Bandung, Sabtu (15/9/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Pindad meluncurkan Filling Machine Anjungan Minyak Goreng Hygienist Otomatis (AMH-o) di Bandung, Sabtu (15/9/2018).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, mesin ini akan menjaga higienitas minyak goreng eceran. Selain itu, fasilitas ini bisa mereduksi pemakaian kantong plastik sehingga meningkatkan margin pedagang eceran.

"(Dengan mesin ini), target tahun depan minyak curah sudah tidak ada lagi," ujar Enggar di Bandung, Sabtu (15/9/2018).

Selama ini rencana penggunaan minyak higienis di seluruh Indonesia selalu mundur. Salah satu alasannya banyak pengusaha tidak siap. Apalagi untuk daerah yang sulit diakses, sehingga minyak curah masih digunakan.

Namun ke depan, dengan alat tersebut, sudah tidak ada alasan tidak menjual minyak dalam kemasan sederhana.

Saat ini, minyak dalam kemasan sederhana dijual Rp 11.000 per liter. Sedangkan minyak curah dijual Rp 10.500 per liter.

"Nanti pemasarannya melibatkan swasta. Pemasarannya sampai ke warung-warung dan koperasi," ucapnya.

Bagi warung yang tidak mampu, akan didukung dengan pembiayaan yang bisa dikembalikan dalam jangka waktu tertentu.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengatakan, untuk acara peluncuran ini, pihaknya baru membuat 20 unit AMH-o. Sedangkan kapasitas produksinya 100 unit per hari.

"Akan diekspor juga. Bisa ke India, Pakistan, dan lainnya," tutur Enggar.

Produk ini, sambung Abraham terhitung murah. Saat ini pihaknya masih membicarakan harga pasti AMH-o dengan konsorsium.

"Masih dibahas 50 atau 60 persen dari harga mesin impor yang dijual Rp 15 juta-17 juta. Jadi harga mesin kita sekitar Rp 8 juta-9 juta," imbuhnya.

AMH-o dibuat dalam rangka memenuhi Peraturan Menteri Perdagangan nomor 9/MDAG/PER/2/2016.

Permen itu mewajibkan peredaran minyak goreng curah menggunakan kantong kemasan sederhana.

Sistem kerja AMH-o adalah menyalurkan minyak goreng dalam jeriken ukuran 18 atau 25 liter sesuai dengan merek dagang produsen ke kantong kemasan.

Kantong kemasan dibagi ke dalam beberapa takaran, mulai dari 250, 500 sampai 1.000 ml. Minyak kemudian disalurkan melalui filling oil system yang terdiri dari pompa, pipa fleksibel, katup solenoid dan flow meter.

Seluruh komponen dalam AMH-o telah memenuhi standard food grade. Pengoperasian AMH-o dikendalikan oleh sebuah microcomputer guna memastikan akurasi pengukuran.


Microcomputer yang tertanam pada AMH-o merupakan sebuah papan layar elektronik yang dilengkapi beberapa tombol yang mudah untuk dioperasikan (user friendly).

Selain itu, AMH-o juga dilengkapi dengan modul GPS yang dapat membantu produsen minyak goreng untuk memonitor lokasi unit AMH-o dan volume penjualan minyak goreng, baik secara harian, mingguan atau bulanan.

Komentar
Close Ads X