Kompas.com - 17/09/2018, 12:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI mengalami defisit pada Agustus 2018 mengalami defisit sebesar 1,02 miliar dollar AS.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, defisit neraca perdagangan kali ini turun cukup tajam dari bulan Juli 2018 lalu yang mencapai 2,03 miliar dollar AS.

Penyebab dari defisit neraca perdagangan bulan Agustus 2018 pun berbeda dari bulan Juli lalu yang disebabkan baik oleh migas dan non migas, di bulan Agustus 2018 defisit neraca perdagangan hanya disebabkan oleh sektor migas saja.

"Nilai ekspor dan impor jika dilihat dari neraca perdagangan Agustus 2018 masih defisit sebesar 1,02 miliar dollar AS. Sebagai catatan defisi ini jauh lebih kecil dari bulan lalu, hampir separuhnya,"ujar Suhariyanto ketika memberikan keterangan pers kepada awak media di kantornya, Senin (17/9/2018).

Baca juga: BI: Defisit Neraca Perdagangan Agustus 2018 akan Mengecil

Jika dirinci, jumlah defisit di sektor migas sebesar 1,6 miliar dollar AS. Adapun di sektor non migas, pada bulan Agustus ini mengalami suplus sebesar 639 miliar dollar AS.

"Dengan catatan defisit di sektor migas paling besar disumbang dari impor hasil minyak," lanjut dia.

Suhariyanto juga menjelaskan jika dihitung secara komulatif dari bulan Januari hingga Agustus 2018, defisit neraca perdagangan RI berjumlah 4,09 miliar dollar AS dengan komposisi defisit dari sektor migas sebesar 8,35 miliar dollar AS. Sedangkn untuk non migas masih mengalami surplus sebesar 4,26 miliar dollar AS.

"Tetapi surplus di non migas tidak mampu mengompensasi di migas sehingga dari Januari hingga Agustus masih defisit 4,09 miliar dollar AS dengan defisit terbesar dikontribusi oleh hasil minyak sebesar 10,5 miliar dollar AS," jelas dia.

Namun Suhariyanto berharap, seiring dengan berbagai kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah seperti mengidentifikasi banyak komiditas yang bisa disubstitusi di dalam negeri, serta penerapan biodiesel 20 persen (B20) mampu membantu menekan impor dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.