Investree Raup Rp 65 Miliar dari Penjualan SBR004

Kompas.com - 17/09/2018, 17:55 WIB
Chairman dan Co-Founder Investree, Adrian Gunadi di Plaza Sentral, Jakarta, Rabu (28/9/2016). Pramdia Arhando JuliantoChairman dan Co-Founder Investree, Adrian Gunadi di Plaza Sentral, Jakarta, Rabu (28/9/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Investree Radhika Jaya atau Investree mencatatkan penjualan surat berharga negara Savings Bond Ritel seri SBR004 senilai Rp 65 miliar. Capaian tersebut 100 persen melebihi target yang dicanangkan oleh Investree.

"Realisasi tersebut meningkat dua kali lipat dari target awal Investree untuk penjualan SBR004 sebesar Rp 30 miliar," kata CEO Investree Adrian Gunadi dalam keterangan resminya, Senin (17/9/2018).

Lebih lanjut Adrian menyatakan, hingga penutupan masa penawaran pada Minggu (16/9/2018), tercatat sebanyak 841 pemesanan SBR004 yang dilakukan oleh 644 investor melalui platform Investree.

Adrian pun menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Dia mengatakan hal itu merupakan bentuk nyata dari sinergi yang terjadi antara industri teknologi finansial dengan program Kementerian Keuangan.

"Hal ini ternyata mampu menjangkau masyarakat secara luas dengan penggunaan teknologi sehingga upaya mewujudkan keuangan inklusif pun dapat segera terwujud," imbuhnya.

Di sisi lain, penjualan SBR004 oleh Investree ini meningkat empat kali lipat dibandingkan penjualan SBR003 yang hanya menyentuh Rp 14,8 miliar.

Hal tersebut terjadi karena ada peningkatan nilai pemesanan yang dilakukan investor SBR004.

"Data yang tercatat oleh Investree selama masa penawaran SBR004 juga menunjukkan bahwa investor SBR004 di Investree didominasi oleh generasi langgas atau millennial dengan usia kisaran 21-30 tahun dan rata-rata nilai pemesanan naik dari Rp 4 juta pada SBR003 menjadi rata-rata Rp 10 juta pada SBR004," jelas Adrian.

Adrian menambahkan, dengan data tersebut maka dapat dikatakan bahwa minat investor terhadap instrumen investasi pemerintah Savings Bond Ritel semakin tinggi.

Kemudahan pembelian dengan menggunakan teknologi menjadi salah satu alasan mengapa investasi via surat utang semakin digemari investor.

"Kami berharap dapat terus menjadi mitra distribusi untuk penjualan surat utang negara lainnya dan bersama-sama memberikan edukasi yang meluas, sehingga pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda akan manfaat investasi di instrumen investasi pemerintah juga semakin meningkat demi pembangunan negara dan kemajuan perekonomian,” tandas Adrian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X