Kereta Bandara Masih Sepi Penumpang, Mau sampai Kapan?

Kompas.com - 18/09/2018, 05:46 WIB
Penumpang berada di dalam kereta api bandara di Stasiun BNI City, Sudiman, Jakarta (8/1/2018). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi nama dari salah satu stasiun kereta bandara Soekarno-Hatta yakni, Stasiun BNI City yang terletak di kawasan Sudiman, Jakarta. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPenumpang berada di dalam kereta api bandara di Stasiun BNI City, Sudiman, Jakarta (8/1/2018). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi nama dari salah satu stasiun kereta bandara Soekarno-Hatta yakni, Stasiun BNI City yang terletak di kawasan Sudiman, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah lebih dari setengah tahun keberadaannya, kereta Bandara Soekarno-Hatta masih belum bisa mendapat tempat di hati masyarakat untuk jadi pilihan pertama moda transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Hingga saat ini, angkutan massal berbasis rel tersebut masih memiliki tingkat isian atau okupansi penumpang yang cukup rendah.

Kereta Bandara Soekarno-Hatta diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal tahun ini, tetapi hingga menginjak minggu kedua September sayangnya moda transportasi massal ini masih belum banyak peminat.

Pantauan Kompas.com pada Jumat (14/9/2018) pukul 13.00 WIB yang menaiki kereta bandara dari Stasiun BNI City menuju Stasiun Bandara Soekarno-Hatta cukup sepi penumpang. Bahkan jika dihitung, hanya berkisar maksimal 100 orang sekali jalan.

Baca juga: LRT Jabodebek, MRT, KRL, dan KA Bandara Bakal Terhubung ke Dukuh Atas

Petugas bagian tiket di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta yakni Nadya (25) dan Ilham (26) mengatakan, penumpang yang naik KA Bandara tersebut terkadang ramai, namun tak jarang juga sepi. Misalnya, ketika hari Jumat penumpang cukup ramai.  Namun, hari lain yang tidak seramai hari Jumat.

Humas PT Railink Diah Suryandar mengatakan, okupansi penumpang kereta bandara saat ini masih di kisaran 30-35 persen dari total kapasitas penumpang yang bisa diangkut kereta bandara.

"Kita sudah berjalan saat ini 8 bulan untuk okupansinya ada dikisaran 30-35 persen. Lumayan kenaikannya, sehari sudah bisa 2.600-2.700 penumpang," ujar Diah saat dihubungi Kompas.com.

Mengenai fluktuasi penumpang berdasar waktu tertentu tersebut, Diah mengaminkan. Dia menjelaskan bahwa ada kalanya kereta bandara ramai, tapi ada jam-jam dan hari tertentu pula kereta bandara sepi.

"Sebenarnya gini, kalau lihat dari histori penumpang kereta bandara memang ada jam-jam tertentu dan ada hari-hari terntentu kereta bandara sepi. Justru kalau Sabtu-Minggu itu malah sepi, Jumat yang malah ramai bahkan bisa sampai 4.000 penumpang," ucap Diah.

Diah mengungkapkan, jika weekend atau hari Sabtu-Minggu hanya mencapai 2.000 penumpang per hari.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura, Sandiaga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura, Sandiaga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

Whats New
Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Work Smart
Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.