Kereta Bandara Masih Sepi Penumpang, Mau sampai Kapan?

Kompas.com - 18/09/2018, 05:46 WIB
Penumpang berada di dalam kereta api bandara di Stasiun BNI City, Sudiman, Jakarta (8/1/2018). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi nama dari salah satu stasiun kereta bandara Soekarno-Hatta yakni, Stasiun BNI City yang terletak di kawasan Sudiman, Jakarta. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPenumpang berada di dalam kereta api bandara di Stasiun BNI City, Sudiman, Jakarta (8/1/2018). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi nama dari salah satu stasiun kereta bandara Soekarno-Hatta yakni, Stasiun BNI City yang terletak di kawasan Sudiman, Jakarta.

Masih banyak evaluasi

Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Republik Indonesia (DPR RI) Muhidin Mohammad Said menyarankan agar moda transportasi yang menuju dan dari stasiun untuk kereta bandara dikoneksikan dengan trasnportasi umum. Muhidin menjelaskan, tidak efektifnya perpindahan moda ini jadi masalah yang dipikirkan oleh masyarakat.

"Kalau dari stasiun ke rumah mereka kan harus pindah lagi pakai taksi, nah disini kadang masyakatkan tidak mau repot. Namun, hal itu bisa diakali dengan disediakan transportasi untuk ke feeder tertentu yang dekat dengan tujuan wilayahnya," ujar Muhidin.

Pemerintah memang wajib menyedian sarana transportasi massa yang aman, nyaman dan tentu dapat dijangkau oleh masyarakat. Menurut Muhidin juga yang menyebabkan kereta ini sepi peminat karena biayanya tidak seimbang.

"Mereka kan turun dari stasiun mesti naik taksi lagi, nah inikan tetap saja nambah biaya. Makanya, salah satunya sediakan transportasi lanjutan yang murah," ujar Muhidin.

Baca juga: Jokowi Resmikan Pengoperasian Kereta Bandara Internasional Minangkabau

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri yang dikutip dari cuitannya di Twitter, Rabu (10/9/2018), memperlihatkan keadaan sepinya gerbong kereta bandara saat dirinya menjadi penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam cuitannya itu, Faisal menuliskan harapannya untuk Railink yang tengah berjuang untuk menggaet penumpang saat ini. Dia mengatakan semoga kerugian karena sepinya penumpang ini bisa ditekan lewat iklan yang dipasang pada monitor gerbong kereta.

"Hingga kini KA Bandara masih sangat sepi penumpang. Semoga kerugiannya bisa ditekan dengan taburan iklan di dalam KA, termasuk lewat layar TV," tutur Faisal.

Sementara itu, pengamat transportasi yang juga dosen di Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno mengatakan, sepinya kereta bandara ini turut dipengaruhi oleh akses yang kurang mendukung ke Stasiun BNI City.

"Akan bertambah jika akses berangkat dan turun di Stasiun Manggarai yang saat ini kan masih dalam pengembangan," ujar Djoko.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.