Pemerintah Beri Keringanan bagi Nasabah KUR Terdampak Gempa Lombok

Kompas.com - 18/09/2018, 18:10 WIB
Salah satu tenda pengungsian korban gempa di Gunung Sari, Lombok. Foto diambil pada Senin (20/8/2018).  KOMPAS.com/JESSI CARINA Salah satu tenda pengungsian korban gempa di Gunung Sari, Lombok. Foto diambil pada Senin (20/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM memberi keringanan bagi nasabah atau debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terdampak gempa di Lombok dan daerah di sekitar Nusa Tenggara Barat (NTB).

Keringanan yang diberikan terangkum dalam dua poin utama.

"Pertama, relaksasi ketentuan perpanjangan jangka waktu KUR karena restrukturisasi khusus untuk debitur terdampak gempa NTB," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, usai rapat KUR pada Selasa (18/9/2018).

Adapun ketentuan perpanjangan waktu KUR, yaitu untuk Kredit Modal Kerja (KMK) KUR Mikro dari 3 tahun jadi 6 tahun, Kredit Investasi dari 5 tahun jadi 8 tahun. Sedangkan KMK KUR Kecil dari 4 tahun jadi 7 tahun dan untuk Kredit Investasinya dari 5 tahun jadi 8 tahun.

"Poin ini berlaku sejak ditetapkan oleh Komite Kebijakan," tutur Iskandar.

Kemudian, relaksasi juga diberikan dalam hal ketentuan plafon akumulasi KUR Mikro untuk sektor perdagangan atau non produksi, yaitu maksimal Rp 25 juta yang ditambahkan ke sisa baki atau kelebihan debet KUR yang direstrukturisasi sesuai penilaian penyalur KUR.

Adapun untuk relaksasi ketentuan plafon akumulasi KUR Kecil dan KUR Khusus maksimal Rp 500 juta. Nominal tersebut ditambahkan ke sisa kelebihan debet KUR yang direstrukturisasi sesuai penilaian oleh penyalur KUR.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari data Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM, sampai 31 Agustus 2018 tercatat ada 10.409 debitur KUR yang terdampak gempa di Lombok dan sekitarnya.

Baki atau kelebihan debet KUR terdampak gempa sebesar Rp 171,99 miliar, setara dengan 7,86 persen dari total baki debet KUR di Provinsi NTB per 31 Agustus 2018 sebesar Rp 2,187 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kementan Pastikan Stok Pupuk Subsidi di Subang Aman

Kementan Pastikan Stok Pupuk Subsidi di Subang Aman

Rilis
Jenius Bank BTPN Dukung Penangkapan Polisi terhadap Terduga Pelaku Kejahatan Perbankan

Jenius Bank BTPN Dukung Penangkapan Polisi terhadap Terduga Pelaku Kejahatan Perbankan

BrandzView
 Grace Period Adalah Masa Tenggang Pembayaran Utang, Apa Itu?

Grace Period Adalah Masa Tenggang Pembayaran Utang, Apa Itu?

Spend Smart
Tak Capai Target Vaksinasi, Bogor dan Tangerang Gagal Berstatus PPKM Level 2

Tak Capai Target Vaksinasi, Bogor dan Tangerang Gagal Berstatus PPKM Level 2

Whats New
PLN Jamin Pasokan Listrik Selama Penyelenggaraan Balapan di Mandalika

PLN Jamin Pasokan Listrik Selama Penyelenggaraan Balapan di Mandalika

Rilis
Banyak Kegiatan Abaikan Protokol Kesehatan, Pemerintah Mulai Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Banyak Kegiatan Abaikan Protokol Kesehatan, Pemerintah Mulai Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Whats New
Akhir Tahun, IHSG Berpeluang Berada di Level 6.900-an

Akhir Tahun, IHSG Berpeluang Berada di Level 6.900-an

Whats New
Restrukturisasi Kredit: Pengertian, Syarat, dan Contoh

Restrukturisasi Kredit: Pengertian, Syarat, dan Contoh

Spend Smart
Pupuk Kaltim Ajak Masyarakat Bangga Gunakan Produk Indonesia

Pupuk Kaltim Ajak Masyarakat Bangga Gunakan Produk Indonesia

Rilis
BI: Uang yang Rusak Bisa Ditukarkan

BI: Uang yang Rusak Bisa Ditukarkan

Whats New
Manfaatkan Teknologi, Pembudidaya Ikan di Tulungagung Bisa Jual 35 Ton Ikan Per Bulan

Manfaatkan Teknologi, Pembudidaya Ikan di Tulungagung Bisa Jual 35 Ton Ikan Per Bulan

Whats New
Pemerintah Akan Alihkan Dana Penanganan Covid-19 dari DAU dan DBH Untuk Program Lain

Pemerintah Akan Alihkan Dana Penanganan Covid-19 dari DAU dan DBH Untuk Program Lain

Whats New
 BEI: 26 Perusahaan Antre IPO, 16 di antaranya Beraset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 26 Perusahaan Antre IPO, 16 di antaranya Beraset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
Tak Hanya Evergrande, Kian Banyak Pengembang Properti China Alami Gagal Bayar Utang

Tak Hanya Evergrande, Kian Banyak Pengembang Properti China Alami Gagal Bayar Utang

Whats New
Mau Dapat Suku Bunga Tabungan 9,5 Persen? Ini Syaratnya

Mau Dapat Suku Bunga Tabungan 9,5 Persen? Ini Syaratnya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.