BI: Sistem Ekonomi Syariah Dapat Ciptakan Stabilitas Perekonomian RI

Kompas.com - 18/09/2018, 21:08 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo di Jakarta, Kamis (19/4/2018). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANDeputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem ekonomi dan keuangan syariah digadang-gadang mampu menjadi salah satu penyelamat ekonomi Indonesia di tengah ketidakstabilan pasar global.

Ekonomi dan keuangan Islam dapat menjadi sumber pertumbuhan baru dan dapat memperbaiki struktur neraca berjalan (current account).

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, Selasa (18/9/2018).

Adapun saat ini, BI mencatatkan posisi defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuartal II tahun 2018 mencapai 8 miliar dollar AS atau 3 persen terhadap PDB. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,7 miliar dollar AS atau 2,2 persen terhadap PDB.

"Dalam konteks ini, ekonomi dan keuangan Islam akan diarahkan untuk mendukung tidak hanya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru tetapi juga untuk mengatasi masalah ekonomi Indonesia, yaitu defisit transaksi berjalan sehingga dapat menopang visi Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi," ujar Dody.

Dia menjelaskan, di banyak negara bahkan negara yang bukan mayoritas muslim mampu untuk mengembangkan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Namun sayangnya di Indonesia masih banyak bebrbagai tantangan dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan Islam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang pertama, untuk industri pariwisata halal Indonesia sayangnya masih menjadi konsumen daripada produsen," lanjut Doddy.

Selain itu, menurutnya Indonesia juga belum mengoptimalkan sektor sosial yaitu zakat, infaq, sodakoh, wakaf (ZISWAF) untuk mendukung pembangunan.

Doddy juga, peran sektor keuangan Islam masih sangat terbatas dalam pengembangan pembiayaan, termasuk rendahnya kapasitas perbankan Islam.

Oleh karena itu, belajar dari negara- negara lain setidaknya terdapat 5 aktor kunci keberhasilan dalam pengembangan ekonomi Islam.

"Kelima faktor kunci tersebut adalah dukungan penuh dari pemerintah, dinyatakan sebeagai program nasional. eksistensi badan khusus untuk koordinasi lintas otoritas, fokus pada pemanfaatan keunggulan kompetitif suatu negara, dan keberadaan strategi nasional dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," ujar Dody.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.