Benarkah Jadi PNS Bisa Jamin Kehidupan di Hari Tua?

Kompas.com - 19/09/2018, 05:15 WIB
Peserta mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta, Senin (9/10). Sebanyak 8.637 peserta se-Indonesia mengikuti ujian di 12 propinsi untuk mengisi 329 formasi KKP yang lowong.

Kompas/Totok Wijayanto (TOK)
09-10-2017 KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPeserta mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta, Senin (9/10). Sebanyak 8.637 peserta se-Indonesia mengikuti ujian di 12 propinsi untuk mengisi 329 formasi KKP yang lowong. Kompas/Totok Wijayanto (TOK) 09-10-2017

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan mimpi dari sebagian orang. Tak heran, pembukaan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tiap tahunnya selalu dinanti-nantikan.

Menurut perencana keuangan, Budi Raharjo, masyarakat Indonesia berpersepsi bahwa jadi PNS merupakan profesi yang menjanjikan. Sebab, jika telah pensiun para PNS tetap akan mendapatkan penghasilan tiap bulannya.

"Secara garis besar yang kita lihat ada persepsi masyarakat kalau PNS itu selain ada karir, penghasilan dan ada jaminan hari tua. Saat mereka sudah pensiun mereka akan mendapatkan dana pensiun. Jadi penghasilan mereka tetap berjalan terus meski sudah tidak kerja," ujar Budi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (18/9/2018).

Kendati begitu, Budi menilai dana pensiun tak bisa menjamin kemakmuran di hari tua. Sebab, dana pensiun yang diterima tiap bulannya hanya 75 persen dari gaji pokok yang terakhir diterima PNS.

"(Dana pensiun) tidak bisa menjamin (kehidupan di hari tua). Mungkin hanya bisa untuk uang makan. Mereka tetap harus punya tabungan untuk meng-cover biaya hidup mereka di hari tua," kata Budi.

Budi menilai para PNS saat masih aktif memiliki gaya hidup yang mewah. Kehidupan mewah mereka itu bukan berasal dari gaji pokok.

Menurut Budi, besarnya penghasilan PNS bersumber dari tunjangan kinerja. Jika hanya mengandalkan gaji pokok, para PNS tak akan cukup untuk memenuhi gaya hidupnya.

"Kalau kita hitung penghasilan mereka dari gaji dan tunjangannya, bisa jadi gaya hidup mereka dua kali atau tiga kali lipat dari gaji (pokok) mereka. Sedangkan nanti pas pensiun mereka hanya menerima 75 persen dari gaji pokoknya saja. Itu yang harus diwaspadai," ucap dia.

Atas dasar itu, Budi menyarankan para PNS sudah berivestasi sejak awal karir. Dengan begitu, saat pensiun mereka tak hanya mengandalkan dana pensiun saja untuk melanjutkan hidup.

Selain itu, Budi juga menyarankan saat pensiun para PNS menurunkan gaya hidupnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.