Transaksi Trade Expo Indonesia Ditargetkan Rp 22 Triliun

Kompas.com - 19/09/2018, 18:38 WIB
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdaganganya Arlinda saat memberi sambutan di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (19/9/2018). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdaganganya Arlinda saat memberi sambutan di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (19/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan nilai transaksi pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 sebesar Rp 22,3 triliun atau 1,5 miliar dollar AS. Target ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 16,3 triliun atau 1,1 miliar dollar AS.

"TEI 2018 menargetkan transaksi sebesar 1,5 miliar dollar AS dan hingga hari ini tercatat sebanyak 2.245 buyers telah terdaftar untuk menghadiri acara ini. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Perdagangan berkomitmen mendatangkan buyers sebanyak mungkin," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdaganganya Arlinda di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (19/9/2018).

Arlinda menambahkan, penyelenggaraan pameran dagang skala internasional ini merupakan salah satu cara untuk terus meningkatkan ekspor sehingga ekonomi dapat terus tumbuh.

"Penyelenggaraan TEI 2018 merupakan salah satu peluang untuk terus meningkatkan ekspor sehingga ekonomi dapat terus tumbuh. Apalagi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China, kita harus dapat melihat dan memanfaatkan setiap peluang untuk mendorong ekspor," ucap dia.

Baca juga: Indonesia-Turki Bahas Perdagangan Bebas di Trade Expo Indonesia

Kemendag menargetkan 28.000 pengunjung bisa hadir dalam pameran yang akan diadakan pada 24 hingga 28 Oktober mendatang di ICE BSD itu.

Kemendag juga menargetkan jumlah partisipan sebanyak 1.100 peserta yang meliputi produsen, eksportir, serta pemasok produk barang dan jasa Indonesia yang memiliki keinginan memperluas pasar ke kancah internasional.

Selain itu, juga telah tercatat 2.753 permintaan terhadap berbagai kategori produk Indonesia pada TEI 2018.

Permintaan terbesar sejauh ini adalah untuk produk manufaktur dan jasa; furnitur, dekorasi, dan perabotan taman; industri kreatif; makanan dan minuman; fesyen, gaya hidup, dan kecantikan, industri strategis, serta investasi dan jasa.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X