Bukan Stiker, Pemerintah Siapkan Kode Khusus untuk Angkutan Online

Kompas.com - 19/09/2018, 19:29 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat diwawancarai di Jakarta, Kamis (13/9/2018). -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat diwawancarai di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Peraturan penempelan stiker pada kendaraan angkutan online menjadi salah satu poin di dalam PM 108 yang dianulir oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu.

Oleh karenanya, pemerintah pun telah menetapkan aturan pengganti terkait hal tersebut. Nantinya, aturan tersebut bakal tercantum dalam regulasi terbaru yang mengatur keberadaan dan operasional angkutan online di Indonesia.

"Nanti ada penandaan, kode khusus misalnya B nomor berapa belakangnya TK. Seperti angkutan umum belakangnya sama, kira-kira begitu," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi di Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru, Riau, Rabu (19/9/2018).

Kendati disebut sama dengan kendaraan umum biasa, Budi menampik jika pelat angkutan online akan dibuat berwarna kuning.

Menurut dia, pelatnya akan tetap berwarna hitam dengan kode angkanya yang dibedakan. Dengan begitu, maka kendaraan tersebut bisa dikenali sebagai angkutan online.

Adapun peraturan tersebut tak memerlukan kajian lagi. Pasalnya, pemerintah bersama Polri telah sepakat untuk merealisasikannya selepas PM 108 dianulir oleh MA.

"Kalau itu bukan kajian lagi, nanti itu memang Polri mau menerapkannya dan memang hal itu tidak dianulir di MA," pungkas Budi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X