Buwas: Saya Tidak Pernah Minta Izin Impor Beras Baru

Kompas.com - 19/09/2018, 21:07 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Kompas.com di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Kamis (31/5/2018).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Direktur Utama Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Kompas.com di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Badan Urusan Logistik ( Bulog) Budi Waseso atau Buwas menegaskan, dirinya tidak pernah meneken izin untuk impor beras baru.

"Tidak ada impor baru ya, seolah-olah saya minta izin impor baru. Saya tidak pernah minta impor baru," tutur Buwas di Kantor Bulog Pusat Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Buwas menjelaskan, dirinya hanya pernah mengajukan perpanjangan izin atas impor. Hal itu dilakukannya karena surat izin impor yang diteken sebelum dia menjabat memang harus diperpanjang karena sudah kedaluwarsa.

Dia menyebutkan bahwa itu adalah bagian dari tanggung jawabnya.

Baca juga: Merespons Mendag soal Gudang, Buwas Keluarkan Makian Khas Jawa

"(Izin) Perpanjangan dari barang yang mau masuk. Kalau saya tidak perpanjang, begitu barang ini masuk tidak bisa diapa-apakan. Karena suratnya sudah mati, kalau sudah mati harus diperpanjang dong," ujar Buwas.

Buwas menyebutkan, sisa impor tahun lalu ada 1,8 juta ton, sedangkan yang sudah masuk ke Bulog sebesar 1,4 juta ton per Agustus 2018.

"Yang (impor) baru tidak ada. Saya sebagai penanggung jawab Bulog harus menghitung benar," ucapnya.

Sebelumnya, Buwas mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu impor beras bahkan hingga Juni 2019. Hal itu dia kemukakannya berdasar hasil analisis yang dilakukan para ahli yang dikumpulkannya

Sementara itu, hasil impor 1,4 juta ton beras hingga Agustus 2018 masih "diam di tempat" karena belum perlu dikeluarkan. Buwas mengungkapkan bahwa untuk operasi pasar, rastra dan bantuan sosial selama ini berasal dari serapan dalam negeri.

"Untuk operasi pasar, rastra, dan bantuan sosial itu dari serapan dalam negeri," ucap Buwas.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X