Pemasok Diajak Bangun Citra Positif Industri Sawit

Kompas.com - 19/09/2018, 21:50 WIB
Buruh memanen kelapa sawit di Desa Sukasirna, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/7/2018). ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIBuruh memanen kelapa sawit di Desa Sukasirna, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pemasok diajak untuk membangun citra positif industri sawit. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa kelapa sawit merupakan komoditas utama ekspor Indonesia. 

Terkait hal ini, Sinar Mas Agribusiness and Food mengajak para pemasok untuk membangun citra positif industri sawit yang berkelanjutan. Caranya dengan membagikan dan menceritakan kontribusi para permasok dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan ( SDGs).

Director of Council of Palm Oil Producer Countries (CPOPC) Mahendra Siregar menjelaskan, kelapa sawit adalah minyak nabati yang paling memenuhi ekspekatasi kriteria SDGs bila dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.

Tanpa kelapa sawit akan sangat sulit melakukan pencapaian SDGs dan hal ini bukan hanya untuk Indonesia namun juga untuk seluruh dunia. Saat ini pemerintah Indonesia telah mengambil posisi yang tegas dalam mengambil langkah-langkah tegas untuk memastikan industri sawit tidak mendapatkan diskriminasi dari pasar internasional.

Agus Purnomo, Managing Director Sustainability and Strategic Stakeholders Engagement Sinar Mas Agribusiness and Food mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam menerapkan praktek industri sawit yang berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). 

Agus menambahkan, salah satu capaian SDGs perusahaan adalah dalam hal penguatan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan (partnership for the goals).

“Setelah mencapai 100 persen kemamputelusuran untuk pabrik minyak kelapa sawit milik perusahaan, kami masih memiliki pekerjaan besar. Kami menargetkan untuk mencapai 100 persen kemamputelusuran sumber bahan baku pabrik minyak kelapa sawit pihak ketiga pada tahun 2020," kata Agus dalam pernyataannya, Rabu (19/9/2018). 

Menurut data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2017 nilai ekspor produk kelapa sawit mencapai 23 miliar dollar AS. Angka ini melampaui ekspor migas Indonesia yang mencapai 15 miliar dollar AS.

Angka tersebut pun jauh di atas ekspor lima komoditas perkebunan Indonesia lainnya seperti karet, kakao, kopi, tebu, dan teh. Namun, saat ini industri kelapa sawit dihadapkan pada tantangan maraknya persepsi negatif di antara para pemangku kepentingan, baik di dalam maupun di luar Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X