Libatkan Pengendara dalam Perumusan Aturan Angkutan Online, Ini Alasan Kemenhub

Kompas.com - 19/09/2018, 22:10 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi di Kantor Kemenhub, Rabu (4/7/2018). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi di Kantor Kemenhub, Rabu (4/7/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyiapkan strategi agar peraturan baru mengenai angkutan online untuk meminimalkan penolakan dari berbagai kalangan termasuk pengendara.

Dia pun kemudian melibatkan para stakeholder termasuk asosiasi-asosiasi pengendara untuk ikut merumuskan aturan baru mengenai angkutan online tersebut.

"Ini sudah dua hari konsinyering kemarin untuk aliansi-aliansi itu dan sekarang mereka sudah tunjuk tujuh orang sebagai tim yang mewakili semuanya. Mudah-mudahan dengan mereka banyak dilibatkan kemungkinan mereka untuk menolak itu kecil," ucap Budi saat ditemui di Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru, Riau, Rabu (19/9/2018).

Keterlibatan pengendara angkutan online itu pada dasarnya bukan merupakan yang pertama kali. Sebelumnya, beberapa peraturan yang kemudian ditolak dan dianulir MA juga telah melibatkan mereka.

Baca juga: Belajar Mengatur Taksi Online ke Korea Selatan

Namun demikian, untuk saat ini, Budi optimistis kalau para pengendara tersebut bisa lebih kooperatif dalam merumuskan aturan-aturan baru.

"Sebelumnya dilibatkan, cuma kan saya enggak tahu skemanya seperti apa karena mereka mengatakan kalau ikut seperti ditodong untuk tanda tangan, tapi sekarang kan enggak," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X