WEF: Regulasi Kebijakan Teknologi di China Bisa Dicontoh Negara Lain

Kompas.com - 20/09/2018, 11:08 WIB
Ilustrasi blockchain etty Images/iStockphoto/PeshkovIlustrasi blockchain

NEW YORK, KOMPAS.com - World Economic Forum (WEF/Forum Ekonomi Dunia) sedang mencari gagasan-gagasan tentang bagaimana pemerintah dapat secara tepat mengatur teknologi di masa depan.

Organisasi yang memimpin konferensi tahunan para pemimpin dunia di Davos, Swiss mengungkapkan pada Rabu (19/9/2018) bahwa mereka akan meluncurkan sebuah hub di Beijing untuk pejabat pemerintah, bisnis dan akademisi agar datang memberikan saran untuk kebijakan teknologi di masa depan, seperti pengembangan kecerdasan buatan.

China akan menjadi lokasi ketiga dari Pusat Revolusi Industri Keempat yang sebelumnya dibuka di San Francisco pada Maret 2017. Sebuah lokasi di Tokyo diluncurkan pada bulan Juli, dan yang lainnya akan dibuka di Mumbai, India, pada bulan Oktober. Hub ini akan berfokus pada blockchain, teknologi pengembangan internet, dan kecerdasan buatan.

"Kami tidak dapat menggunakan model abad ke-20 untuk teknologi abad ke-21," ujar Kepala Pusat Organisasi untuk Revolusi Industri Keempat Murat Sonmez dalm wawancara dengan CNBC.

Dia menambahkan bahwa dunia mesti banyak belajar dari China.

"Karena China merupakan peluang besar (perkembangan teknologi) bagi seluruh dunia untuk melihat apa yang akan terjadi (di masa depan)," imbuhnya.

Walaupun China adalah salah satu negara yang paling terkontrol di dunia, tapi pemerintahnya telah membiarkan beberapa sektor seperti perusahaan internet berkembang relatif tidak terbatas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, di bawah rencana "Made in China 2025", pihak berwenang Cina melakukan investasi besar-besaran dalam teknologi seperti kecerdasan buatan dalam upaya agar China bisa memimpin dunia untuk teknologi canggih.




Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X