Pemerintah Gencarkan Imbauan Konversi Devisa Hasil Ekspor ke Rupiah

Kompas.com - 20/09/2018, 14:04 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai menghadiri rapat penetapan asumsi makro untuk RAPBN 2019 bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (13/9/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai menghadiri rapat penetapan asumsi makro untuk RAPBN 2019 bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (13/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus mengimbau eksportir mengonversi Devisa Hasil Ekspor (DHE) mereka ke dalam rupiah.

Salah satu yang terus dilakukan adalah dengan mendorong eksportir melakukan repatriasi atau pengalihan dana ke dalam negeri.

"Kami juga bersama BI akan minta suplai dollar AS, dalam hal ini tidak hanya dari repatriasi, tapi juga digunakan sebagai suplai dari devisa di dalam negeri sehingga transaksi bisa seimbang antara supply dan demand," kata Sri Mulyani saat ditemui di Kementerian Keuangan, Kamis (20/9/2018).

Sri Mulyani juga memastikan pihaknya terus mengimbau para eksportir untuk melaksanakan transaksi yang berhubungan dengan kegiatan perusahaannya menggunakan rupiah. Dia mencontohkan, selama ini masih ada sejumlah perusahaan yang bertransaksi memakai dollar AS, padahal transaksi dilakukan dengan pihak ketiga yang berbasis di Indonesia.

"Seperti beberapa perusahaan pertambangan yang kontraktornya ternyata dibayar pakai dollar AS, padahal mereka adalah kontraktor dalam negeri," tutur Sri Mulyani.

Selain langkah-langkah tersebut, pemerintah masih akan mencari cara dan instrumen lain yang tujuannya mengurangi penggunaan dollar AS yang tidak perlu di dalam negeri. Dengan begitu, pemerintah bisa memperkuat cadangan devisa dan penerimaan devisa dari berbagai sektor juga dapat memperkuat kondisi ekonomi di dalam negeri.

Posisi cadangan devisa hingga akhir Agustus 2018 tercatat sebesar 117,927 miliar dollar AS. Posisi ini lebih rendah dibandingkan akhir Juli 2018 sebesar 118,3 miliar dollar AS . 

Cadangan devisa akhir Agustus setara dengan pembiayaan 6,8 bulan impor atau 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan masih ada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X