Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2 Persen

Kompas.com - 20/09/2018, 17:31 WIB
ilustrasi peta Indonesia THINKSTOCKS/NARUEDOMilustrasi peta Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 dan 2019 menyentuh angka 5,2 persen. Kendati ketidakpastian global meningkat, hal tersebut mampu terwujud lewat beberapa indikator yang ada.

"Didukung oleh investasi yang kokoh, inflasi stabil, dan pasar tenaga kerja yang kuat, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,2 persen tahun ini dan juga pada tahun 2019," ucap Country Director World Bank Indonesia Rodrigo Chaves saat menyampaikan sambutan dalam perilisan laporan Indonesia Economic Quarterly World Bank di Energy Building, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Rodrigo mengatakan, komitmen Pemerintah Indonesia untuk mejaga stabilitas dengan mengeluarkan kebijakan tegas dan terkoordinasi telah meningkatkan ketahanan Indonesia di tengah naiknya ketidakpastian global.

Proyeksi Bank Dunia tersebut juga tak terlepas dari fundamental ekonomi makro Indonesia yang terbilang kuat dalam kondisi seperti saat ini.

Baca juga: Anggota DPR dari Gerindra Ingin Pertumbuhan Ekonomi RI 10 Persen

Sementara itu, untuk 2019 mendatang, keberadaan investasi dan pemilu presiden bisa menjadi salah satu kontributor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kendati demikian, Lead Economist World Bank Federico Gil Sander menyatakan bahwa Indonesia perlu dinilai berhati-hati menghadapi berbagai risiko seperti volatilitas nilai tukar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kewaspadaan juga harus diperhatikan lantaran penundaan sejumlah pembangunan infrastruktur dapat berpengaruh pada minat investor menanamkan uangnya di Indoensia.

"Namun, penundaan investasi sejumlah proyek infrastruktur adalah hal yang baik selama tidak mengganggu infrastruktur yang dinilai penting," kata Federico.

Di sisi lain, Federico menilai bahwa Indonesia sangat perlu untuk meningkatkan jumlah ekspor pada 2019 mengingat posisinya masih kalah bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.

"Indonesia sebenarnya punya angka ekspor yang cukup yaitu 21,6 persen dari PDB. Tapi ini tidak besar dibanding Malaysia dan Filipina. Dengan meningkatnya infrastruktur diharapkan ekspor akan semakin meningkat," kata dia.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.