Merger dengan SMBC, BTPN Tetap Fokus Layani UKM - Kompas.com

Merger dengan SMBC, BTPN Tetap Fokus Layani UKM

Kompas.com - 20/09/2018, 20:48 WIB
Wakil Direktur Utama BTPN Ongki Wanadjati Dana pada acara Entrepreneur Networking Forum di Four Points Hotel Makassar, Kamis (20/9/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Wakil Direktur Utama BTPN Ongki Wanadjati Dana pada acara Entrepreneur Networking Forum di Four Points Hotel Makassar, Kamis (20/9/2018).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Wakil Direktur Utama PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk Ongki Wanadjati Dana menyatakan, perseroan akan segera merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Meski merger, namun Ongki menegaskan fokus bisnis BTPN tidak berubah. 

"Kami tetap melihat segmen market mikro dan UKM pilar penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami akan tetap fokus melayani segmen tersebut," kata Ongki pada acara Entrepreneur Networking Forum di Four Points Hotel, Makassar, Kamis (20/9/2018). 

Ongki menuturkan, dengan mergernya BTPN dan SMBCI, maka BTPN akan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menjangkau segmen mikro dan UKM. Bahkan, BTPN bisa membantu segmen nasabah tersebut menjangkau perusahaan-perusahaan besar yang kemudian dapat menjadi mitra bisnis.

Menurut dia, aksi merger ini akan membuat BTPN menjadi bank dengan aset terbesar kedelapan di Indonesia. Modal BTPN, imbuh Ongki, akan setara dengan bank-bank besar lainnya. 

"Bank akan semakin aman, solid, dan terpercaya dalam perjalanan menghadapi tantangan dan persaingan gejolak ekonomi ke depan," ujar Ongki. 

Dengan merger, maka kedua bank tersebut akan menjadi anak usaha Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) di Indonesia. SMBC merupakan pemegang saham pengendali di BTPN dan SMBCI dengan porsi kepemilikan saat ini di masing-masing bank sebesar 40 persen dan 98,48 persen.

Bank hasil merger ini menduduki posisi kedelapan menyalip OCBC NISP yang memiliki aset Rp 170,3 triliun per kuartal II 2018. Penggabungan ini juga akan mengubah jajaran manajemen.

BTPN akan dipimpin oleh Ongki Wanadjati Dana yang saat ini menjabat Wakil Direktur Utama. Sementara Jerry Eng lengser dari kursi Direktur Utama setelah masa jabatannya berakhir di 2019.

Ke depan bank hasil merger ini akan fokus mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan nasabah.

 


Close Ads X