Penjesalan Buwas Soal Gudang yang Disebut Kosong dan Dikomersialkan

Kompas.com - 24/09/2018, 15:04 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Kompas.com di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Kamis (31/5/2018).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Direktur Utama Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Kompas.com di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik ( Bulog) Budi Waseso menyayangkan ada pihak-pihak yang menyebut dirinya berbohong mengenai kondisi gudang Bulog saat ini.

"Soal gudang Bulog, saya dicari salahnya saja, itu katanya mau diaudit karena ada gudang yang kosong, terus difoto-foto," kata Waseso, yang akrab disapai Buwas, kepada awak media di Menara Kadin, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Waseso mengakui, memang ada beberapa gudang Bulog yang sengaja dia kosongkan. Gudang yang kosong tersebut merupakan gudang untuk penyerapan beras dalam negeri.

"Gudang kami ada yang kapasitasnya untuk penyimpanan CBP dan ada yang untuk penyerapan. Penyerapan itu untuk spot tertentu, seperti NTB, Jatim, Makassar, Jateng, Jabar, itu ada gudang-gudang yang kami persiapkan untuk hasil pertanian yang kami serap, kalau itu dipenuhi juga oleh beras impor, maka kami tidak akan bisa serap lagi," jelas dia.

Hal itu yang kemudian jadi penyebab Waseso menyewa gudang salah satunya milik TNI AU agar bisa digunakan untuk menyimpan beras impor.

Tak hanya itu, Waseso juga menampik kabar yang menyebutkan bahwa gudang milik Bulog dikomersialkan. Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut menegaskan bahwa gudang tersebut tidak dikomersialkan, melainkan dikerjasamakan dengan pihak swasta.

"Karena gudang kami saat ini untuk beras. Tapi nanti bagaimana kalau kami disuruh simpan daging, maka itu perlu cold storage, cold storage itu harus dikerjasamakan dengan swasta, maka kami kerjasamakan, termasuk gula, minyak, karena kami tidak punya spesialis untuk daging dan komoditas pangan lainnya," tandas Waseso.



Close Ads X