Dirut Bulog Sebut Tidak Akan Impor Hingga Pertengahan 2019

Kompas.com - 24/09/2018, 15:59 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERADirektur Utama Perum Bulog Budi Waseso

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik ( Bulog) Budi Waseso menegaskan tidak akan menambah impor pangan, khususnya beras hingga tahun 2019 mendatang.

Hal itu didasarkan pada keyakinannya terhadap ketahanan pangan pada tahun politik tersebut.

"Soal ketahanan pangan, dari hitungan yang ada sampai Juni 2019 tidak perlu impor. Tapi bagaimana kondisinya silakan tanyakan ke ahlinya. Saya hanya pelaksana," kata Waseso saat menghadiri diskusi ketahanan pangan di Menara Kadin, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Waseso menambahkan, pihaknya juga bakal terus melaporkan kondisi sesuai dengan data yang diterimanya saat ini.

Terkait hal itu, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut menyatakan bahwa beras impor yang telah disepakati sejak awal tahun lalu masih dalam proses pengantaran.

"Saya berikan masukan kalau kondisinya seperti ini lho, bisa dilihat di pelabuhan misalnya di Tanjung Priok, sisa yang 500.000 ton, itu hari ini dan kemarin-kemarin sudah berdatangan," sambung Waseso.

Namun demikian, hal tersebut dikatakan Waseso masih menjadi permasalahan lantaran tidak bisa diangkut secara bersamaan.

"Itu menjadi permasalahan karena kita tidak bisa sekaligus mengangkut itu karena tempatnya juga sulit. Tidak mudah. Sedangkan itu dihitung sudah berjalan, begitu sampai kapalnya sandar, kita yang tanggung jawab, begitu barang turun kita yang tanggung jawab," pungkas Waseso.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X