Kompas.com - 24/09/2018, 20:16 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat mengunjungi pabrik tahu di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (19/9/2018). Enggartiasto memberikan penjelasan kepada sejumlah pengrajin tahu dan tempe mengenai isu permasalahan soal tempe yang setipis kartu ATM. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat mengunjungi pabrik tahu di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (19/9/2018). Enggartiasto memberikan penjelasan kepada sejumlah pengrajin tahu dan tempe mengenai isu permasalahan soal tempe yang setipis kartu ATM.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan polemik terkait impor beras sudah cukup.

Menurutnya, penjelasan Menko Perekonomian Darmin Naustion sudah cukup menjelaskan duduk persoalan impor beras yang muncul antara dirinya dengan Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso yang akrab disapa Buwas.

"Sudah cukup, Menko Perekonomian sudah bicara," ujar Enggar ketika ditemui awak media di kantor Kementerian Keuangan, Senin (24/9/2018).

Namun Enggar menyatakan, memasuki tahun politik, tekanan konsumen atas beras akan berkurang lantaran banyak calon legistlatif yang membagi sembako.

Dia berkelakar pula, kondisi perekonomian tahun depan akan lebih sehat lantaran banyaknya uang beredar akibat jamuan-jamuan yang banyak dilakukan dalam momentum pesta demokrasi tersebut.

"Catatan lain ini adalah kita melewati situasi politik ini dengan sehat dan uang beredar banyak. Saya tidak berbicara money politic tapi yang pasti untuk menjamu. Selain itu tekanan untuk membeli beras berkurang karena ada bagi-bagi sembako karena keikhlasan para caleg," ujar Enggar.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta semua pihak tidak lagi mempermasalahkan impor beras untuk tahun ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan, pemerintah melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang melibatkan kementerian/lembaga terkait di bawah pimpinan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya memutuskan impor beras hingga 2 juta ton untuk memenuhi kebutuhan tahun ini. 

"Menurut saya, ini tidak perlu gaduh. Kalau tidak ada impor, (kita) repot. Itu sudah dengan pertimbangan matang," kata Darmin saat ditemui di kantornya pada Rabu (19/9/2018) malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.