Pengadilan Putuskan BUMN Ini Berstatus Pailit

Kompas.com - 26/09/2018, 06:02 WIB
Ilustrasi pengadilan.Thinkstock Ilustrasi pengadilan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Niaga Surabaya mengabulkan permohonan pembatalan homologasi (perdamaian) yang diajukan oleh karyawan PT Kertas Leces (Persero). Atas putusan ini, perusahaan pelat merah ini pun kini berstatus pailit.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya; menyatakan termohon (Leces) lalai memenuhi isi perjanjian perdamaian yang telah sah (homologasi); menyatakan termohon dalam keadaan pailit dengan segala akibat hukumnya," kata Hakim Ketua Harijanto membacakan amar putusan sebagaimana dikutip dari salinan putusannya, Selasa (25/9/2018).

Mengutip Kontan.co.id, Rabu (26/9/2018), dalam pertimbangannya, Hakim Harijanto menyatakan para pemohon dapat membuktikan Leces telah lalai menjalankan kewajiban dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terdahulu.

Sementara gugatan pembatalan homologasi ini diajukan 15 Maret lalu oleh 15 karyawan Leces dengan nilai tagihan senilai Rp 15,8 miliar yang berasal dari gaji dan pesangon yang belum dibayarkan Leces. Perkara terdaftar dengan nomor 01/Pdt.Sus Pembatalan Pembayaran/18/PN.Niaga.Sby.

Terkait putusan, Plt Direktur Utama Leces Syarif Hidayat bilang akan menempuh langkah hukum berupa pengajuan kasasi.

"Iya sudah putus, gugatan dikabulkan. Kalau langkah selanjutnya, kita akan menempuh upaya hukum kasasi," kata Syarif saat dihubungi Kontan.co.id.

Senada Syarif, Direktur PT Perusahaan Pengelolaan Aset (persero) Henry Sihotang bilang, bahwa pemerintah sejatinya enggan membiarkan Leces pailit. "Kami akan mencegah secara maksimal, untuk mencegah Leces pailit," katanya saat dihubungi Kontan.co.id.

Sementara itu, kuasa hukum pemohon Eko Novriansyah Putra dari Kantor Hukum ENP menyatakan bersyukur atas putusan yang mengabulkan gugatannya.

Ia bilang pertimbangan hakim tepat bahwa sejatinya, Leces memang sudah tak sanggup menyelesaikan tagihan-tagihan sesuai perdamaian PKPU sebelumnya.

"Pertimbangan hakim tepat, dan ini harus jadi perhatian serius bagi pemerintah, dan Kementerian BUMN, bahwa Leces pailit oleh karyawannya yang tak diepnuhi gaji dan pesangonnya," kata Eko saat dihubungi Kontan.co.id.

Padahal, lanjut Eko, tagihan-tagihan dari karyawan yang masuk kategori prioritas (preferen) telah diberikan waktu tenggang pembayaran (grace period) selama dua tahun setelah homologasi

"Tapi masih juga belum dibayar. Selain dari karyawan, dalam permohonannya kami juga menyertakan beberapa kreditur lainnya yang kuga belum dibayarkan," sambung Eko.

Sekedar catatan, PKPU Leces berakhir homologasi pada 18 Mei 2015. Untuk berdamai, Leces harus merestrukturisasi utang-utangnya senilai total Rp 2,12 triliun dari 431 kreditur.

Halaman:


Terkini Lainnya

YLKI Minta Lonjakan Harga yang Ugal-ugalan Bisa Dicegah Saat Ramadhan

YLKI Minta Lonjakan Harga yang Ugal-ugalan Bisa Dicegah Saat Ramadhan

Whats New
'Bangun Ekonomi Syariah Tak Cukup Hanya Sediakan Jasa Keuangan Syariah...'

"Bangun Ekonomi Syariah Tak Cukup Hanya Sediakan Jasa Keuangan Syariah..."

Whats New
Menko Darmin: Saya Tak Ambil Alih, Menhub yang Serahkan Masalah Tiket Pesawat

Menko Darmin: Saya Tak Ambil Alih, Menhub yang Serahkan Masalah Tiket Pesawat

Whats New
Tak Sebatas Platform pembayaran, LinkAja akan Salurkan Pinjaman

Tak Sebatas Platform pembayaran, LinkAja akan Salurkan Pinjaman

Whats New
Pemerintah dan Maskpai Segera Bahas Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Pemerintah dan Maskpai Segera Bahas Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Whats New
UMKM dan Partisipasi Perempuan Jadi Fokus Dorong Ekonomi Asia Pasifik

UMKM dan Partisipasi Perempuan Jadi Fokus Dorong Ekonomi Asia Pasifik

Whats New
Senin, Jokowi Akan Lakukan Pendaratan Perdana di Bandara Baru Yogyakarta

Senin, Jokowi Akan Lakukan Pendaratan Perdana di Bandara Baru Yogyakarta

Whats New
BCA, BRI, dan Mandiri Masuk Top 10 Bank terbesar di Asia Tenggara

BCA, BRI, dan Mandiri Masuk Top 10 Bank terbesar di Asia Tenggara

Whats New
Platform Pembayaran Elektronik Finnet Kelola 3,2 Juta Transaksi Per Hari

Platform Pembayaran Elektronik Finnet Kelola 3,2 Juta Transaksi Per Hari

Whats New
Prioritaskan Karier Ketimbang Asmara saat Ada di 4 Kondisi Ini

Prioritaskan Karier Ketimbang Asmara saat Ada di 4 Kondisi Ini

Work Smart
Gelar Sidak, Kemnaker Gagalkan Pengiriman Calon Pekerja Migran Ilegal

Gelar Sidak, Kemnaker Gagalkan Pengiriman Calon Pekerja Migran Ilegal

Rilis
Jangan Diremehkan, Ini 4 Kesalahan Keuangan saat Liburan ke Luar Negeri

Jangan Diremehkan, Ini 4 Kesalahan Keuangan saat Liburan ke Luar Negeri

Spend Smart
Menhub: Maskapai Sekarang 'Mentokin' Tarifnya ke Batas Atas

Menhub: Maskapai Sekarang "Mentokin" Tarifnya ke Batas Atas

Whats New
NAM Air Buka 2 Rute Baru di Kalimantan Mulai 1 Mei 2019

NAM Air Buka 2 Rute Baru di Kalimantan Mulai 1 Mei 2019

Whats New
Menhub Bantah Tak Bisa Urusi Harga Tiket Pesawat yang Masih Mahal

Menhub Bantah Tak Bisa Urusi Harga Tiket Pesawat yang Masih Mahal

Whats New

Close Ads X