ADB: Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat Meski Ada Tekanan Global

Kompas.com - 26/09/2018, 13:45 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Pembangunan Asia (ADB) Indonesia, Winfried Wicklein saat ditemui wartawan usai bertemu dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (21/9/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIKepala Kantor Perwakilan Bank Pembangunan Asia (ADB) Indonesia, Winfried Wicklein saat ditemui wartawan usai bertemu dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (21/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih tetap kuat untuk tahun 2018 maupun 2019. Ini terjadi meski ekonomi Indonesia dibebani berbagai hambatan global.

Hal tersebut dipaparkan Asian Development Bank (ADB) dalam edisi pembaruan Asian Development Outlook (ADO) 2018.

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 5,2 persen tahun ini, meningkat dari 5,1 persen pada tahun 2017 lalu. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 juga kembali meningkat di kisaran 5,3 persen.

“Meskipun lingkungan global cukup berat, perekonomian Indonesia diproyeksikan masih tumbuh dengan baik tahun ini dan tahun depan,” kata Winfried Wicklein, Kepala Perwakilan ADB di Indonesia ketika memberikan penjelasan kepada awak media di kantornya, Rabu (26/9/2018).

Baca juga: Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2 Persen

Walaupun kondisi fundamental cenderung masih kuat, Wicklein mengatakan pertumbuhan ekspor kemungkinan melambat dalam jangka pendek. Akan tetapi, melambatnya pertumbuhan ekspor diimbangi dengan masih tingginya permintaan domestik.

Sebab, pemerintah dan pembuat kebijakan telah merumuskan kebijakan moneter yang mampu memitigasi tekanan eksternal dan mendorong stabilitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ekonom ADB Emma Ellen menyatakan, pengeluaran rumah tangga akan tumbuh stabil didorong oleh meningkatnya pendapatan serta pertumbuhan lapangan kerja. Di sisi lain, meningkatnya pengeluaran akibat tahun politik di tahun 2019 mendatang juga akan membantu mempertahankan konsumsi.

"Pengeluaran rumah tangga juga akan terbantu oleh harga yang stabil, dengan prakiraan inflasi rata-rata sebesar 3,4 persen pada 2018 dan 3,5 persen pada 2019," ujar Ellen dalam kesempatan yang sama.

Di sisi lain, investasi swasta akan diuntungkan dengan terus diperbaikinya lingkungan usaha, termasuk pembenahan infrastruktur, peningkatan logistik, dan penyederhanaan peraturan. Belanja pemerintah untuk infrastruktur diyakini masih akan bertahan pada tahun ini dan tahun depan, dengan beberapa proyek besar yang dijadwalkan akan selesai.

“Fundamental perekonomian masih solid, dengan prospek pertumbuhan yang baik dan inflasi masih terkendali. Posisi fiskal masih terkelola dengan baik dan sejumlah langkah telah diambil guna menjaga stabilitas,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.