Gaya Hidup Masyarakat Dorong Geliat Industri Waralaba dan Kafe

Kompas.com - 27/09/2018, 16:02 WIB
Portrait of a young girl happy barista that holds two cups of coffee for visitors in its cafe iStockphoto/GeorgeRudyPortrait of a young girl happy barista that holds two cups of coffee for visitors in its cafe

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri waralaba dan kafe di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menggeliat. Hal ini didorong gaya hidup masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah yang terus tumbuh.

 

Indonesia sendiri merupakan negara produsen kopi ke empat terbesar di dunia. Produk kopi asal Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Banyak cara untuk menikmati kopi khas Indonesia, salah satunya dengan mengunjungi kafe.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia dan pertumbuhan kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7 persen per tahun.

Melihat hal tersebut tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi dan teh namun sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di Indonesia.

"Kini kopi memiliki nilai tambah yang produktif. Kopi bukan hanya komoditas, namun juga sebuah seni dan gaya hidup," ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Kopi Special Indonesia (AKSI) Kasmito Tina, dalam pernyataannya, Kamis (27/9/2018).

Adapun waralaba merupakan salah satu konsep pemasaran untuk memperluas jaringan dengan cepat. Konsep ini memiliki banyak keunggulan, khususnya terkait pendanaan, manajemen, dan sumber daya manusia (SDM).

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) sekaligus Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Waralaba, Lisensi, dan Kemitraan Levita Supit menjelaskan, dengan beragam keunggulan yang dimiliki, bisnis waralaba banyak dilirik investor.

"Perkembangan brand waralaba lokal sangat baik, kemajuan teknologi seperti digital marketing membantu para pengusaha waralaba dalam mempromosikan bisnisnya, selain itu dukungan yang diberikan oleh pemerintah turut mendorong perkembangan industri ini," ungkap Levita.

Untuk mendorong geliat bisnis waralaba dan kafe, digelar ajang bertemu para pelaku usaha maupun investor bertajuk Franchise & License Expo Indonesia (FLEI), Cafe & Brasserie Indonesia (CBI), dan Retail Solution Expo Indonesia (RSEI). Acara ini diselenggarakan di Jakarta, 5-7 Oktober 2018 mendatang.

“Pertumbuhan bisnis industri waralaba dan kafe di Indonesia sangat pesat, kemajuan teknologi dan beragam inovasi mendorong pelaku industri untuk membentuk suatu wadah guna saling bertemu, berpromosi dan bertukar pikiran baik antar pelaku maupun pemerintah selaku regulator," kata General Manager Reed Panorama Exhibitions Steven Chwee.

 

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X