Bank DKI Perkuat Layanan Digital

Kompas.com - 27/09/2018, 22:13 WIB
Para PNS DKI mengantre di Bank DKI di hari terakhir mereka kerja sebelum cuti lebaran, Jumat (8/6/2018).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Para PNS DKI mengantre di Bank DKI di hari terakhir mereka kerja sebelum cuti lebaran, Jumat (8/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta ( Bank DKI) memiliki sejumlah fitur untuk melayani pembayaran pajak dan retribusi daerah. Upaya yang dilakukan untuk layanan ini adalah dengan memperkuat layanan digital.

Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI, Priagung Suprapto mengatakan, pihaknya telah melakukan pengembangan aplikasi JakOne Mobile dengan fitur pembayaran pajak seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) DKI Jakarta.

Untuk para wajib pajak DKI Jakarta, saat ini pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor tahunan dapat dilakukan di mana saja menggunakan aplikasi JakOne Mobile. Wajib pajak hanya perlu memasukkan nomor polisi kendaraan yang akan dibayar melalui JakOne Mobile.

Selanjutnya, wajib pajak dapat melakukan pembayaran PKB sesuai dengan rincian jumlah nominal PKB yang tertera.

"Wajib pajak juga bisa melakukan pembayaran PKB melalui fitur scan to pay pada QR Code yang tersedia di kasir pembayaran SAMSAT DKI Jakarta melalui JakOne Mobile. Pembayaran PKB juga dapat dilakukan melalui mesin ATM dan EDC Bank DKI," ujar Priagung dalam pernyataannya, Kamis (27/9/2018).

Priagung menambahkan, Bank DKI terus mendorong kemudahan layanan perbankan digital dengan menciptakan produk perbankan digital kepada nasabah yang tersegmentasi. Bagi nasabah perorangan, Bank DKI memiliki produk JakOne Mobile sebagai aplikasi layanan digital.

Selain itu, Bank DKI juga memiliki produk uang elektronik berbasis kartu, yaitu JakCard sebagai alat pembayaran dengan menggunakan teknologi contactless-chip.

Untuk sektor korporasi dan instansi, Bank DKI juga menyediakan aplikasi Cash Management System (CMS) sebagai solusi layanan perbankan berbasis internet untuk nasabah korporasi dalam melakukan monitoring dan transaksi keuangan secara real time dan online.

Bank DKI juga mengimplementasikan CMS SIAP BOS-BOP (Sistem Informasi Akuntabilitas Pendidikan Bantuan Operasional Sekolah-Bantuan Operasional Pendidikan) untuk menjawab kebutuhan layanan elektronik pada pengelolaan dana BOS dan BOP di 2.000 sekolah, yang selama ini dilakukan secara manual.

"Bank DKI memfokuskan kegiatan usahanya pada pembiayaan infrastruktur DKI Jakarta, peningkatan pelayanan publik termasuk di antaranya mendukung less cash society, peningkatan kualitas pendidikan, dukungan kepada sektor koperasi dan UMKM, serta membangun sinergi BUMD DKI Jakarta," jelas Priagung.

Bank DKI pun turut mendukung program kerja Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta Smart City. Berkat layanan-layanan digital tersebut, perseroan memperoleh penghargaan Best Bank in Digital Service dalam Indonesia Banking Award 2018.




Close Ads X