Indonesia Mayoritas Saham PT FI, Ini Komentar Bos Freeport

Kompas.com - 28/09/2018, 05:56 WIB
Suasana usai penandatanganan Sales and Purchase Agreement PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoran di Kementerian ESDM, Kamis (27/9/2018). Turut dalam kesepakatan ini Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin, CEO Freeport McMoran Richard Adkerson, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERASuasana usai penandatanganan Sales and Purchase Agreement PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoran di Kementerian ESDM, Kamis (27/9/2018). Turut dalam kesepakatan ini Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin, CEO Freeport McMoran Richard Adkerson, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA, KOMPAS.com — CEO Freeport McMoran Richard Adkerson mengapresiasi rampungnya proses divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Melalui induk holding BUMN pertambangan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), pihak Indonesia memegang mayoritas 51 persen.

Dia juga memastikan tahapan itu diakhiri dengan perjanjian jual beli yang dilakukan Inalum dengan Freeport di Kementerian ESDM, Kamis (27/9/2018) sore.

"Perjanjian jual beli ini sudah definitif (pasti). Tidak ada perubahan lagi pada harga, sudah disepakati di perjanjian terdahulu," kata Adkerson usai penandatanganan perjanjian jual beli terlaksana.

Secara rinci, Inalum memiliki 51,23 persen saham Freeport sehingga nantinya Pemda Papua juga akan memperoleh 10 dari 100 persen kepemilikan Indonesia di PTFI.

Saham 51,23 persen itu juga telah divaluasi sebelumnya dengan kesepakatan nilai sebesar 3,85 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 56 triliun.

Ke depan, Adkerson berharap Freeport bisa mendapatkan stabilitas dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia. Terlebih, Freeport sedang merencanakan eksplorasi lanjut, dari tambang terbuka atau open pit menjadi tambang bawah tanah atau underground.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah win-win solution. Freeport butuh kepastian untuk operasional di masa mendatang, dengan Inalum memegang 51 persen dan kami 49 persen. Kami akan bekerja sama dengan Inalum untuk meneruskan bisnis yang berkelanjutan," tutur Adkerson.

Dalam mengambil 51 persen saham Freeport, Inalum menerima pendanaan dari sindikasi 11 bank asing. Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya akan membayar penuh Rp 56 triliun itu paling lambat November setelah pembiayaan dari sindikasi bank cair.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.