Cerita Sri Mulyani Diultimatum Presiden soal Anggaran Pariwisata...

Kompas.com - 28/09/2018, 07:20 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2018 di Kementerian Keuangan, Kamis (20/9/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2018 di Kementerian Keuangan, Kamis (20/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah memberi dukungan penuh pada sektor pariwisata. Bisa dikatakan sektor pariwisata menjadi sesuatu yang diandalkan selain ekspor untuk meraup devisa.

Oleh karena itu, negara tak ragu berinvestasi besar sekalipun untuk itu. Bahkan, ia diultimatum langsung oleh Presiden Joko Widodo agar anggaran untuk pariwisata tak dipangkas.

Padahal, di pos anggaran lainnya, negara terpaksa harus berhemat.

"Ini termasuk anggaran yang Presiden bisa nelepon ke saya minta tolong anggaran untuk sektor ini tidak dipotong," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

"Betapa care (peduli)-nya presiden kita terhadap pariwisata," lanjut dia.

Dari sisi anggaran, Sri Mulyani mengakui anggaran untuk industri pariwisata terus meningkat. Ia mengatakan, pemerintah mendorong industri pariwisata secara multi dimensi.

Anggaran untuk pariwisata tak hanya bersumber dari anggaran Kementerian Pariwisata, namun didukung pembangunan infrastruktur dari Kementerian PUPR, penyaluran air bersih dan listrik dari BUMN, hingga BUMN di bawah Kementerian Keuangan juga menyokong pembiayaan untuk sektor pariwisata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kalau dalam APBN pembangunan jalan, jalur kereta, port (pelabuhan), kelihatannya itu. Tapi sangat penting dalam menyukseskan pariwisata," kata Sri Mulyani.

Saat ini pemerintah tengah mengembangkan 10 destinasi wisata "New Bali". Biaya pengembangannya sekitar Rp 500 triliun.

Dari angka tersebut, pemerintah menginvestasi Rp 170 triliun. Anggaran tersebut digunakan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam bentuk belanja modal. Ada pula yang dalam bentuk pembiayaan pemerintah.

Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur yang memudahkan akses ke destinasi tersebut seperti jalan, jembatan, hingga fasilitas seperti sekolah dan puskesmas. Di samping anggaran dari pemerintah, ada juga pembiayaan melalyi BUMN milik Kementerian Keuangan.

"Yang paling besar dari swasta. Swasta biasanya mau masuk kalau mereka punya potensi di situ," jelas Sri Mulyani.

"Kita akan lihat bagaimana terus meningkatkan instrumen keuangan negara dalam rangka pariwisata," lanjut dia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.