Baru 10 Persen Penduduk Belanja Online, Bukalapak Gandeng Warung

Kompas.com - 28/09/2018, 08:55 WIB
Fajrin Rasyid diangkat menjadi Presiden Bukalapak, Senin (25/6/2018). BukalapakFajrin Rasyid diangkat menjadi Presiden Bukalapak, Senin (25/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya marketplace atau e-commerce nyatanya belum bisa membuat banyak masyarakat Indonesia terbiasa berbelanja online. Survei terbaru menyatakan bahwa baru 10 persen penduduk Indonesia yang pernah berbelanja online.

"Jadi baru 25 juta penduduk Indonesia yang pernah berbelanja online. Sebanyak 90 persen penduduk Indonesia belum pernah belanja online di e-commerce dengan proper," kata Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid di Kantor Bukalapak, Kamis (27/9/2018).

Fajrin menambahkan, kebanyakan penduduk Indonesia tersebut masih takut untuk berbelanja online di e-commerce. Salah satu ketakutannya adalah berkaitan dengan cara membayarnya.

Oleh karena itu, Bukalapak memiliki strategi sendiri guna mengatasi permasalahan tersebut. Caranya adalah dengan menempatkan mitra offline di warung-warung tradisional.

"Mitra ini salah satunya untuk menyentuh yang 90 persen itu. Jadi orang yang belum familiar dengan belanja online bisa datang ke warung untuk belanja online, beli tiket dan sebagainya di sana," jelas Fajrin.

Fajrin menjelaskan bahwa Bukalapak telah menggaet lebih dari 300.000 pemilik warung untuk menjadi mitranya selama setahun ke belakang.

Adapun peran mitra Bukalapak tersebut tak hanya untuk menambah jumlah orang yang berbelanja online. Mitra tersebut diketahui kini menyumbang 20 persen dari total Gross Merchandise Value (GMV) bulanan Bukalapak sebesar Rp 4 triliun.

"Jadi mitra Bukalapak tadi nanti yang memesankan istilahnya melalui aplikasi begitu lho sehingga dari sisi customer itu terjembatani. Mitra yang mengurus dan orang tinggal terima beres saja," tandas Fajrin.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X