Railink Ditantang Buka Layanan di Banyak Bandara di Indonesia

Kompas.com - 28/09/2018, 12:38 WIB
Penumpang berada di dalam kereta api bandara di Stasiun BNI City, Sudiman, Jakarta (8/1/2018). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi nama dari salah satu stasiun kereta bandara Soekarno-Hatta yakni, Stasiun BNI City yang terletak di kawasan Sudiman, Jakarta. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPenumpang berada di dalam kereta api bandara di Stasiun BNI City, Sudiman, Jakarta (8/1/2018). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi nama dari salah satu stasiun kereta bandara Soekarno-Hatta yakni, Stasiun BNI City yang terletak di kawasan Sudiman, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS. com - PT Railink sebagai perusahaan pengelola kereta bandara di Indonesia ditantang memperbanyak rute dan jalur kereta ke arah bandara.

Saat ini sudah tersedia kereta yang menghubungkan ke Bandara Kualanamu di Medan dan kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Mantan Presiden Komisioner Railink Salahudin Rafi mengatakan, ada beberapa daerah yang saat ini membutuhkan moda trasnformasi yang memudahkan menuju bandara.

"Dari Samarinda, Palu, banyak yang mau punya kereta bandara. Mereka butuh kereta bandara untuk membuat konektivitas moda di sana," ujar Salahudin di kantor pusat Railink, Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Salahudin kemudian menyorot dibangunnya bandara internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, yang sudah mulai beroperasi. Menurut dia, Railink bisa mengambil kesempatan untuk membangun kereta cepat di sana.

Saat ini, untuk mengakses bandara tersebut bisa melalui tol Cipali maupun kereta api. Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara membangun jalur kereta yang langsung mengarah ke bandara.

"Kertajati ini harus dibantu kereta bandata. Kalau Railink bisa ambil alih buat ke Kertajati bisa ramai yang naik," kata Salahudin.

Di samping itu, kata Salahudin, aksesibitas di luar pulau Jawa juga perlu diperhatikan. Hal ini sejalan dengan misis pemrintah untuk pemerataan pembangunan dari Sabang sampai Merauke.

"Jangan cuma berhenti di Soekarno-Hatta dan Kualanamu, kalau bisa seluruh Indonesia hanya Railink yang buat kereta bandara," kata Salahudin.

"Jangan kasih yang lain masuk ke Indonesia," lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X