Cerita Penumpang Kereta Bandara yang ke Batu Ceper...

Kompas.com - 29/09/2018, 16:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna kereta bandara tak hanya digunakan penumpang menuju bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Sebagian besar dari mereka memanfaatkannya sebagai komuter untuk sampai ke stasiun singgah, yakni Duri dan Batu Ceper.

Puspa Amelia (24), salah satu pengguna kereta bandara mengatakan, hampir setiap hari ia menggunakan kereta bandara untuk pulang dari kantornya di kawasan kuningan ke rumahnya di daerah Tangerang. Ia berhenti di stasiun Batu Ceper.

Menurut dia, naik kereta bandara jauh lebih mudah karena tidak perlu transit sebagaimana commuter line.

"Terus kan kosong keretanya, bisa duduk, bisa tidur," kata perempuan yang akrab disapa Mela itu kepada Kompas.com, saat ditemui di Stasiun Sudirman Baru, Jumat (28/9/2018).

Baca juga: Sepi Penumpang, Kereta Bandara Dikritik oleh Penggagas

Dari segi waktu tempuh, menggunakan kereta bandara juga dirasa lebih cepat. Untuk perjalanan ke Batu Ceper, penumpang hanya dikenakan separuh dari tarif normal, yakni Rp 35.000. Menurut Mela, harga tersebut tidak mahal melihat fasilitas yang didapat. Apalagi, ada diskon jika membeli tiket rombongan sehingga hanya membayar Rp 20.000.

"Di sini banyak juga yang turun di Batu Ceper. Jadi kalo beli tiket sekali banyak," kata Mela.

Bahkan, mereka membuat grup percakapan pesan singkat untuk janjian membeli tiket sesuai jam keberangkatan. Terkadang mereka janjian pulang pada waktu bersamaan sehingga bisa membeli tiket rombongan.

"Walaupun ini airport link, kan tidak ada salahnya. Kecuali kalau penumpang ke airport-nya penuh," kata Mela.

Mela berharap PT Railink menambah jam operasi kereta bandara yang saat ini paling malam sekitar pukul 22.00 WIB. Sebab, ia dan beberapa penumpang lain terkadang harus pulang lebih malam.

Direktur Utama PT Railink Heru Kuswoyo mengatakan, dalam sehari, rata-rata penumpang kereta bandara sebanyak 2.700 orang. Dari angka tersebut, penumpang yang turun di stasiun singgah sekitar 1.000 orang.

Heru menganggap mereka yang turun di Duri maupun Batu Ceper membantu mendongkrak okupansi kereta bandara yang masih di bawah target.

"Itu yang justru pertumbuhannya malah bagus. Bagi masyarakat Tangerang ternyata ini sangat bermanfaat," kata Heru.

Heru mengatakan, saat ini penumpang sudah bisa memilih moda transportasi yang sesuai dan membuat nyaman. Menurut dia, tak masalah jika kereta bandara dianggap sebagai komuter bagi mereka. Semakin banyak alternatif transportasi publik, akan semakin baik.

"Soal Batu ceper ya bagus, masyarakat yang diuntungkan," kata Heru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penelitian DJSN: 6,09 juta Pekerja Migran RI Belum Terdaftar Program Jamsos PMI

Penelitian DJSN: 6,09 juta Pekerja Migran RI Belum Terdaftar Program Jamsos PMI

Whats New
Ekonomi Digital RI Perlu Didukung Layanan Data Internet yang Lebih Baik

Ekonomi Digital RI Perlu Didukung Layanan Data Internet yang Lebih Baik

Whats New
Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Melemah Sore Ini

Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Melemah Sore Ini

Whats New
Tidak Punya Aplikasi MyPertamina, Masyarakat Harus Daftar via Website untuk Beli Pertalite dan Solar

Tidak Punya Aplikasi MyPertamina, Masyarakat Harus Daftar via Website untuk Beli Pertalite dan Solar

Whats New
Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pengecer dan Konsumen: Ribet!

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pengecer dan Konsumen: Ribet!

Whats New
Bengkak, Kebutuhan Dana Mitigasi Perubahan Iklim Tembus Rp 4.002 Triliun

Bengkak, Kebutuhan Dana Mitigasi Perubahan Iklim Tembus Rp 4.002 Triliun

Whats New
BCA Mobile Gangguan, Manajemen Pastikan Layanan Sudah Kembali Normal

BCA Mobile Gangguan, Manajemen Pastikan Layanan Sudah Kembali Normal

Whats New
Membandingkan Biaya Admin BRI, BCA, Bank Mandiri, hingga BNI

Membandingkan Biaya Admin BRI, BCA, Bank Mandiri, hingga BNI

Earn Smart
Garuda Indonesia Dekati Calon Investor Potensial

Garuda Indonesia Dekati Calon Investor Potensial

Whats New
Ini 'Hadiah' untuk Produsen Minyak Goreng yang Ikut Program Minyakita

Ini "Hadiah" untuk Produsen Minyak Goreng yang Ikut Program Minyakita

Whats New
Sri Mulyani: Indonesia Isinya Hutan sama Perikanan, Tapi Kontribusinya Hampir Tak Ada

Sri Mulyani: Indonesia Isinya Hutan sama Perikanan, Tapi Kontribusinya Hampir Tak Ada

Whats New
Ini Cara Beli Pertalite dan Solar Pakai Aplikasi MyPertamina

Ini Cara Beli Pertalite dan Solar Pakai Aplikasi MyPertamina

Spend Smart
Cara Transfer Pulsa Telkomsel lewat SMS dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa Telkomsel lewat SMS dengan Mudah

Spend Smart
Punya Utang Rp 138 Triliun, Garuda Indonesia Ungkap 8 Skema Pembayaran yang Disiapkan

Punya Utang Rp 138 Triliun, Garuda Indonesia Ungkap 8 Skema Pembayaran yang Disiapkan

Whats New
Sisa 2 Hari, Sudah 160.433 Orang Ikut PPS, Begini Tata Cara Lapor Hartanya

Sisa 2 Hari, Sudah 160.433 Orang Ikut PPS, Begini Tata Cara Lapor Hartanya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.