Jasa Raharja Bentuk Tim Tangani Pemulihan Bencana Palu dan Donggala

Kompas.com - 30/09/2018, 12:47 WIB
Warga berjalan melewati jenazah korban yang meninggal karena tsunami menghantam pesisir Kota Palu, Sabtu (29/9/2018). Hari Jumat kemarin, gempa dan tsunami mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, terutama di Kabupaten Donggala dan Kota Palu. Sampai dengan hari Sabtu pukul 13.00, jumlah korban meninggal hanya di Kota Palu saja sementara mencapai 384 orang. AFP PHOTO / OLA GONDRONKWarga berjalan melewati jenazah korban yang meninggal karena tsunami menghantam pesisir Kota Palu, Sabtu (29/9/2018). Hari Jumat kemarin, gempa dan tsunami mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, terutama di Kabupaten Donggala dan Kota Palu. Sampai dengan hari Sabtu pukul 13.00, jumlah korban meninggal hanya di Kota Palu saja sementara mencapai 384 orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Raharja (Persero) membentuk tim untuk penanganan dan pemulihan bencana gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Tim ini nantinya akan fokus bekerja di wilayah-wilayah terdampak bencana dengan terlebih dulu mengirimkan bantuan berupa obat dan makanan yang telah dihimpun sejak Sabtu (29/9/2018).

"Melalui sistem tanggap darurat BUMN yang telah diterapkan Jasa Raharja mencakup tiga fase, yaitu fase tanggap darurat, fase pemulihan atau rehabilitasi, dan fase rekonstruksi," kata Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (30/9/2018).

Bantuan yang telah dihimpun untuk sementara ini adalah 4 ton beras, 400 kardus mi instan, serta 200 boks air mineral. Bantuan tahap pertama ini telah diberangkatkan dari kantor cabang Jasa Raharja di Sulawesi Selatan dan langsung disalurkan ke daerah terdampak bencana di Palu dan Donggala.

Bantuan tahap berikutnya berupa tenaga relawan, obat-obatan, makanan siap santap, serta kebutuhan dasar termasuk pembalut untuk wanita, selimut, pampers, dan alat penerangan. Bantuan tersebut akan diberangkatkan hari ini.

"Selanjutnya pada fase pemulihan dan rekonstruksi, tim akan menginventarisasi dan assessment terhadap sarana dan prasarana yang perlu direvitalisasi, berkoordinasi dengan koordinator BUMN Peduli dan instansi terkait untuk sinergi menentukan program atau bantuan yang diperlukan," tutur Budi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X