Depot Pengisian Pesawat Udara di Bandara Supadio Resmi Beroperasi

Kompas.com - 01/10/2018, 13:46 WIB
Tampak depan Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2017). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANTampak depan Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2017).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan meresmikan the new Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (1/10/2018).

Lokasi DPPU Supadio baru ini berada di Jalan Arteri Supadio, berdekatan dengan area bandara komersial pindah dari lokasi sebelumnya yang berada di komplek TNI AU.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra menyampaikan pembaharuan DPPU Supadio ini merupakan 1 dari 11 proyek pembangunan dan pengembangan DPPU yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Hal ini Pertamina lakukan guna mendukung program pemerintah dalam modernisasi infrastruktur khususnya pada sektor penerbangan," ujar pria yang disapa Tiko itu di sela rangkaian peresmian, Senin (1/10/2018).

Baca juga: Avtur Mahal, Menhub Minta Pertamina Turunkan Harga

Dengan total investasi mencapai Rp 200 miliar sambung Tiko, keberadaan DPPU baru ini diharapkan dapat mendukung operasi dan pertumbuhan lalu lintas udara dari dan ke Kalimantan Barat.

“Alhamdulillah hari ini proyek pembangunan DPPU Supadio dapat kami resmikan. Tidak hanya memberikan efek langsung bagi dunia penerbangan Indonesia, adanya DPPU Supadio baru ini mampu memberikan multiplier effect di berbagai aspek lain," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan meningkatnya jumlah penerbangan yang dapat dilayani oleh DPPU Supadio, tentunya akan menambah geliat pariwisata dan perdagangan di Kalimantan Barat," tambah dia.

Tiko mengatakan, peningkatan kapasitas stok avtur terbilang cukup signifikan setelah beroperasinya DPPU baru ini. Semula DPPU Supadio hanya dapat menampung bahan bakar avtur sekitar 1075 KL dan kini meningkat menjadi 1500 KL.

Selain itu Pertamina juga menambah fasilitas pengisian berupa kendaraan refueler untuk kegiatan into plane operation yang diharapkan mampu mendukung operasional Bandara Internasional Supadio.

Dari sisi teknologi, DPPU yang peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada 26 November 2016 ini pun telah menggunakan sistem operasi Terminal Automation System (TAS) terpusat pada control room yang terintegrasi ke seluruh instrumen sarana dan fasilitas penerimaan, penimbunan, serta penyaluran.

“Tahun lalu saja bandara ini dapat melayani hampir 4 juta penumpang, 9 maskapai, dan sekitar 15 destinasi domestik dan internasional. Ditambah lagi pertumbuhan penumpang bandara Supadio yang relatif tinggi sekitar 15  persen per tahun, kami optimis keberadaan DPPU baru ini dapat menjawab dinamika tersebut," sebut Tiko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.