Luhut: Gempa dan Tsunami di Sulteng Tak Ditetapkan Bencana Nasional

Kompas.com - 01/10/2018, 13:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan tak ada rencana menetapkan musibah gempa Palu dan tsunami Donggala, Sulawesi Tengah sebagai bencana nasional.

"Ya enggak perlu lah, karena penanganannya sudah lebih dari bencana nasional," ujar Luhut di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Berdasarkan laporan terbaru yang diterima Luhut, saat ini pemberian bantuan di Palu dan sekitarnya masih terus berjalan. Kondisi listrik dan saluran telepon pun diklaimnya mulai berangsur membaik.

"Yang saya tahu tadi dari Basarnas, Pangdam, dan Satgas BNPB di sana, alat berat sudah mulai terus masuk, kemudian listrik sudah mulai hidup, telepon juga sudah bertahap hidup, makanan sudah mulai ada oleh TNI diangkut via udara dari Makassar pakai Hercules dan rrumah sakit angkatan laut di KRI Sudarsono juga sudah ke sana. Jadi saya pikir overall penanganan oleh pemerintah sudah sangat cepat," jelas Luhut.

Meskipun tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, Luhut menyatakan bahwa pemerintah akan tetap menerima bantuan dari negara lain seperti yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Itu enggak apa-apa karena Presiden sudah mengatakan bahwa secara terpilih kami akan menerima bantuan internasional," imbuh dia.

Berkaitan dengan hal tersebut, Komisi Eropa memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan sebesar 1,5 juta euro atau sekitar Rp 26 miliar untuk Indonesia.

Demikian pernyataan itu disampaikan lewat pernyataan resmi yang dikirim lewat surat elektronik yang diterima Kompas.com.

"Kami bertindak cepat untuk menyalurkan bantuan darurat untuk para korban bencana di Indonesia," kata Komisioner Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis Uni Eropa Christos Stylianides, Minggu (30/9/2018).

"Dana kami akan membantu mereka yang paling terdampak dan membantu memberikan pasokan makanan, tenda, air bersih dan sanitasi, serta obat-obatan," tambah Stylianides.

Dia melanjutkan, langkah yang diambil Uni Eropa ini merupakan bentuk nyata solidaritas terhadap warga Indonesia yang terkena bencana.

"Doa kami bersama semua korban dan petugas kami bekerja 24 jam untuk menyelamatkan nyawa," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.