Ridwan Kamil Kebut Pembangunan CBL dan Reaktivasi 4 Jalur Kereta Api

Kompas.com - 01/10/2018, 18:27 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (12/9/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jabar Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (12/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bakal fokus mempercepat pembangunan infrastruktur yang beberapa tahun sempat tertunda. Rencana tersebut di antaranya adalah reaktivasi empat jalur kereta dan pembangunan kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL).

"Di zaman saya, saya ingin mengebut proyek-proyek infrastruktur, baik yang didanai oleh pusat maupun provinsi. Empat jalur kereta akan kita hidupkan lagi kemudian angkutan barang tidak usah lewat tol tapi dengan CBL," jelas Emil, sapaan akrab Ridwan di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Terkait CBL, Emil menyatakan bahwa kebutuhannya sangat mendesak lantaran bakal digunakan untuk mengangkut barang-barang logistik.

Keberadaan CBL diyakininya bakal mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalan tol Jakarta menuju Bandung.

Akibat kemacetan itu, Emil pun lebih memilih menaiki kereta ketika harus menghadiri rapat dengan pemerintah pusat.

"Dengan CBL tadi mudah-mudahan membuat kawasan penyangga ibu kota jauh lebih lancar. Kasihan lah, stress, saya aja sekarang pergi pulang naik kereta karena lewat situ macetnya luar biasa," jelas Emil.

Menurut Emil, dengan menaiki kereta dirinya tidak mengalami kerepotan ketimbang harus menaiki mobil dan lewat jalan tol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau dihitung naik darat ternyata repot mendingan duduk tidur manis sampai Bandung tiga jam," sambungnya.

Emil melanjutkan, terkait pembangunan CBL tersebut pihaknya akan kembali melanjutkan pembicaraan dengan Kemenko bidang Kemaritiman dan Pelindo II.

"Nanti ini CBL dibicarakan di agenda pertemuan berikutnya dengan Pak Luhut dan Pelindo II juga. Ini aspirasi dari industri-industri besar juga. Untuk anggarannya hampir Rp 3 triliun dari Pelindo II," tandas Emil.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
GIMNI Usulkan Pemerintah Buat Aturan soal Minyak Jelantah agar Tak Dikonsumsi Kembali

GIMNI Usulkan Pemerintah Buat Aturan soal Minyak Jelantah agar Tak Dikonsumsi Kembali

Whats New
Pengguna DANA Kuartal I 2021 Meningkat Jadi 70 Juta Orang

Pengguna DANA Kuartal I 2021 Meningkat Jadi 70 Juta Orang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X