UKM Berperan Penting Bawa Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia - Kompas.com

UKM Berperan Penting Bawa Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Kompas.com - 01/10/2018, 18:54 WIB
Salah satu koleksi calon desainer dari Islamic Fashion Institute (IFI) pada sesi peragaan busana di Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018 di Jakarta Convention Center, Kamis (19/4/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Salah satu koleksi calon desainer dari Islamic Fashion Institute (IFI) pada sesi peragaan busana di Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018 di Jakarta Convention Center, Kamis (19/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berpeluang besar menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Hal ini tentu tidak lepas dari peran usaha kecil dan menengah ( UKM) yang bergerak di bidang ini.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan, pihaknya akan terus mendorong daya saing UKM dan desainer fesyen muslim di Indonesia untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitasnya. Tak lupa juga memperkuat brand, sehingga mampu menembus pasar ekspor.

Airlangga meyakini, bergulirnya industri 4.0 di bidang fesyen dapat meningkatkan efisiensi, produktvitas, dan kualitas bagi sektor manufaktur.

“Di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, satu dari lima sektor yang akan menjadi pionir implementasi industri 4.0 adalah industri tesktil dan pakaian. Ini juga akan menjadi potensi pengembangan bagi industri fesyen muslim di Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (1/10/2018).

Perkembangan fesyen muslim di Indonesia didukung dengan kekuatan pasar sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Selain itu, Indonesia juga sudah punya berbagai jenis industri fesyen yang berdaya saing global.

“Di samping itu, desainer-desainer kita semakin tumbuh dan berkembang,” imbuh Airlangga.

Ia menjelaskan, industri fesyen dikategorikan sebagai salah satu sektor strategis dan prioritas dalam pengembangannya. Hal ini lantaran telah mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Industri fesyen menjadi penghasil devisa cukup besar, dengan nilai ekspor pada Januari-Juli 2018 mencapai 8,2 miliar dollar AS atau tumbuh 8,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2017, tercatat nilai ekspor produk fesyen nasional tembus hingga 12,23 miliar dollar AS.


Saat ini, market share produk fesyen Tanah Air mampu menguasai 1,9 persen dari pasar dunia.

Capaian itu menempatkan Indonesia masuk dalam jajaran lima besar dari negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang menjadi pengekspor fesyen muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh, Turki, Maroko, dan Pakistan.

“Kami terus memperluas pasar ekspor, yang selama ini masih didominasi ke negara-negara sekitar seperti Asean dan negara-negara di Timur Tengah,” imbuhnya.

Global Islamic Economy memprediksi pertumbuhan pasar fesyen muslim dunia pada tahun 2020 akan mencapai 327 miliar dollar AS.

“Peluang pasar ini yang perlu kita rebut, karena industri fesyen kita sudah mampu kompetitif di kancah internasional termasuk peran dari sektor IKM,” paparnya.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, Kemenperin terus berupaya untuk mengintegrasikan sektor hulu dan hilir dalam memajukan industri busana muslim nasional. Salah satu langkah strategisnya, yakni melalui kemitraan desainer dengan pelaku IKM fesyen di dalam negeri.

“Kami aktif mendorong terciptanya ekosistem bisnis di sektor IKM fesyen muslim. Selain itu, kami memfasilitasi desainer kita terlibat di berbagai pameran dan fashion show baik di dalam maupun luar negeri, sehingga visi Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia dapat terwujud,” tuturnya.

Dalam hal ini, Indonesia Moslem Fashion Expo 2018 menjadi momen untuk mempromosikan berbagai produk fesyen muslim Indonesia ke masyarakat luas. Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama Kemenperin dengan para desainer yang tergabung dalam tim Modest Fashion Project (MOFP).

Pameran yang berlangsung tanggal 1-6 Oktober 2018 di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta ini diikuti sebanyak 50 brand yang terdiri dari IKM fesyen, perhiasan, aksesoris, dan kosmetika. Selain pameran, juga dilaksanakan lomba fashion show dan mewarnai pada Sabtu, 6 Oktober 2018 dengan target peserta sebanyak 1000 orang.


Close Ads X