Petugas AirNav yang Meninggal Saat Gempa Palu Dapat Penghargaan dari Kemenhub

Kompas.com - 01/10/2018, 20:45 WIB
Menara ATC di bandara Mutiara, Palu yang rusak akibat gempa bumi 7,7 SR pada Jumat (28/9/2018) petang.Istimewa Menara ATC di bandara Mutiara, Palu yang rusak akibat gempa bumi 7,7 SR pada Jumat (28/9/2018) petang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, petugas Air Traffic Controller (ATC) AirNav Indonesia Cabang Palu bernama Anthonius Gunawan Agung akan mendapat penghargaan Adikarya Dirgantara Pralabda dari kementerian Perhubungan.

Agung merupakan petugas ATC yang tewas akibat gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Sulawesi Tengah dan sekitarnya, Jumat (28/9/2018).

Menurut Budi, pihaknya akan meminta izin kepada keluarga Agung agar jenazahnya bisa dimakamkan di taman makam pahlawan.

"Kami meminta izin kepada keluarga agar almarhum diharapkan bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Budi mengaku sangat mengapresiasi dedikasi Agung dalam bekerja. Sebab, saat terjadinya gempa Agung tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai petugas pengatur lalu lintas udara.

Saat itu Agung tetap memastikan pesawat Batik Air tinggal landas dengan sempurna, saat terjadinya gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

"Kami sampaikan dukacita, semoga Beliau mendapat tempat di sisi Yang Maha Esa. Lebih jauh, itu jadi contoh bagi kami semua insan Perhubungan, karena upayanya yang luar biasa," kata Budi.

Sebelumnya, Seorang Air Traffic Controller (ATC) AirNav Indonesia Cabang Palu bernama Anthonius Gunawan Agung menjadi korban meninggal akibat gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Sulawesi Tengah dan sekitarnya, Jumat (28/9/2018).

Dia tetap bertahan di tower ATC hingga Batik Air lepas landas, meskipun pada saat itu gempa sudah mengguncang daerah Palu dan sekitarnya.

Manajer Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait menyatakan bahwa Anthonius merupakan ATC yang bertugas di Tower ATC Bandara Mutiara Sis Al Jufri saat peristiwa gempa itu terjadi.

"Saat gempa terjadi, beliau telah memberikan clearing kepada Batik Air untuk lepas landas dan menunggu pesawat tersebut airbrone dengan selamat sebelum akhirnya meninggalkan cabin tower ATC," jelas Yohanes dalam pernyataan resminya, Sabtu (29/9/2018).

Adapun pesawat Batik Air yang dipandu dipiloti oleh Capt. Ricosetta Mafella, pilot penerbangan Batik Air penerbangan ID6231.

Pesawat Airbus A320 yang diawakinya tinggal landas (takeoff) saat gempa bumi melanda Palu pada Jumat (28/9/2018) petang lalu, sebelum menara ATC bandara roboh.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X