BPK: Penjualan BBM Belum Efektif Dongkrak Laba Pertamina Retail

Kompas.com - 02/10/2018, 14:28 WIB
Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/4/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinKetua BPK Moermahadi Soerja Djanegara usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) memuat hasil pemeriksaan kegiatan pelayanan dan penjualan bahan bakar minyak ( BBM) atau bahan bakan khusus (BBK) dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2018.

Pemeriksaan bertujuan untuk menilai efektivitas kegiatan pelayanan dan penjualan BBM/BBK oleh Pertamina Retail untuk meningkatkan laba perusahaan.

Dalam IHPS I 2018 dinyatakan bahwa pelayanan dan penjualan BBM/BBK tahun 2016 dan semester I 2017 di wilayah Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur belum efektif.

"BPK menyimpulkan bahwa kegiatan pelayanan dan penjualan BBM/BBK untuk meningkatkan laba perusahaan belum sepenuhnya efektif," ujar Ketua BPK RI Moermahadi Soerja Djanegara saat membacakan IHPS I 2018 dalam sidang paripurna di kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Adapun sasaran pemeriksaan mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kebijakan umum kegiatan pelayanan dan penjualan BBM/BBK belum sepenuhnya tersedia secara memadai.

Hal tersebut ditandai dengan belum ditetapkannya Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2015-2019 sebagai acuan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2016 dan 2017.

Konsekuensinya, kebijakan, sasaran, program dan strategi jangka panjang perusahaan belum tersedia secara memadai.

"Permasalahan tersebut mengakibatkan PT Pertamina Retail dalam jangka panjang tidak memiliki arah yang jelas dalam melakukan bisnis perusahaan dan pengembangan usahanya," kata Moermahadi.

Selain itu, pelaksanaan Program Inisiatif Strategis PT Pertamina Retail dianggap belum optimal dalam meningkatkan penjualan dan menurunkan susut BBM/BBK tahun 2016 dan semester I 2017.

Realisasi penjualan Pertamina pada 2016 dan semester I 2017 belum sesuai dengan target volume per jenis BBM/BBK dalam RKAP Tahun 2016 dan Semester I 2017. Di sisi lain, target susut BBM/BBK pada 2016 dan semester I 2017 juga masih berada pada angka rata-rata 0,28 persen atau di atas target yang ditetapkan sebesar 0,25 persen.

"Permasalahan tersebut, mengakibatkan Program Inisiatif Strategis PT Pertamina Retail Tahun 2016 dan 2017 belum mampu mendorong pencapaian target laba tahun 2016 dan 2017 dan PT Pertamina Retail menanggung beban dari losses di atas toleransi," jelas Moermahadi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X