Kompas.com - 02/10/2018, 19:21 WIB
Kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami di Dupa Tondo, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Di area kompleks mebel dan pergudangan ini luluh lantak akibat gempa dan diterjang tsunami. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKerusakan akibat gempa bumi dan tsunami di Dupa Tondo, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Di area kompleks mebel dan pergudangan ini luluh lantak akibat gempa dan diterjang tsunami.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam rentang waktu yang tak terlalu lama, Indonesia dilanda dua bencana katastropik di Lombok dan Palu. Industri asuransi kerugian pun diperkirakan bakal mengalami kenaikan beban klaim akibat kondisi tersebut.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe, kejadian bencana gempa bumi atau katastropik lain memang frekuensinya tidak rutin terjadi. Namun, saat bencana melanda dampaknya akan cukup besar bagi beban klaim.

Dengan terjadinya dua bencana katastropik di tahun ini, maka muncul potensi kenaikan klaim asuransi cukup besar.

"Terutama terjadi untuk lini bisnis asuransi properti," kata dia, Selasa (2/10/2018).

Proteksi terhadap risiko gempa bumi memang dijual terpisah oleh perusahaan asuransi. Kebanyakan, produk ini merupakan perluasan dari produk asuransi properti. Meski ada pula yang dipasangkan dengan produk lain semisal asuransi kendaraan bermotor.

Di sisi lain, perkembangan klaim asuransi umum sebelumnya terbilang cukup menggembirakan di tahun ini. Data AAUI mencatat sampai paruh pertama tahun ini, klaim yang ditanggung asuransi umum mencapai Rp 12,8 triliun atau hanya naik 3,3 persen secara tahunan.

Klaim dari asuransi properti bahkan menunjukan penurunan sebesar 7,2 persen secara year on year menjadi Rp 2,7 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perkembangan klaim yang terkendali ini menurut dia tak lepas dari upaya pelaku usaha untuk memperbaiki underwriting akibat besarnya rasio klaim sebelumnya. Sehingga perusahaan asuransi umum pun makin selektif dalam memilah bisnis.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Banyak bencana alam, klaim asuransi umum diramal naik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.