Ahli Waris Korban Jiwa Gempa dan Tsunami di Sulteng Akan Terima Santunan Minimal Rp 15 Juta

Kompas.com - 02/10/2018, 19:47 WIB
Dampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMODampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Para ahli waris korban jiwa bencana di Palu, Donggala, dan daerah sekitarnya di Sulawesi Tengah dipastikan mendapat uang santunan dari pemerintah sebesar Rp 15 juta.

Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus menghimpun data dan menyempurnakan jumlah korban jiwa dari temuan tim gabungan di lapangan dari hari ke hari.

"Data korban jiwa akan jadi acuan pemberian santunan dukacita yang dilakukan Kementerian Sosial, Rp 15 juta per jiwa, diberikan kepada ahli waris," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam diskusi di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (2/10/2018) malam.

Sutopo menjelaskan, BNPB selalu memperbarui data korban bencana dari hari ke hari sejak bencana terjadi. Sampai hari ini per pukul 13.00 WIB, tercatat sudah ada 1.234 korban jiwa atau meninggal dunia yang didapati di Palu, sebagian Donggala, sebagian Sigi, serta di Parigi Moutong.

Para korban meninggal sebagian besar disebabkan tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami. Sebagian dari mereka sudah dimakamkan, dan sebelumnya telah menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri juga dengan cara pengenalan wajah serta sidik jari.

Sementara untuk korban luka berat tercatat ada 799 orang. Mereka telah dirawat di rumah sakit.

Untuk korban hilang sebanyak 99 orang dan korban tertimbun 152 orang. Sementara jumlah pengungsi tercatat ada 61.867 jiwa yang tersebar di 109 titik di seluruh daerah terdampak bencana.

Sutopo mengimbau agar media hanya memakai data resmi dari BNPB serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam hal jumlah korban jiwa. Hal itu disampaikan sekaligus menyikapi sejumlah media yang merujuk data bukan dari BNPB maupun BPBD dalam menyampaikan jumlah korban jiwa sementara.

"Seperti kemarin, banyak media yang menyampaikan 1.200 dan sebagainya. Itu data perkiraan, bukan jenazah yang ditemukan. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada teman-teman media, gunakan data yang resmi, karena aturan main dalam undang-undang negara, data resmi untuk korban jiwa korban bencana, sumber valid adalah dari BNPB dan BPBD," tutur Sutopo.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siang Ini Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 5 Dibuka,  Kuota 800.000 Orang

Siang Ini Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 5 Dibuka, Kuota 800.000 Orang

Whats New
Prosedur Lengkap Cara dan Syarat UMKM Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Prosedur Lengkap Cara dan Syarat UMKM Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Earn Smart
Menaker: Yang Menganggur Justru Pendidikannya Tinggi, Ini Ironi...

Menaker: Yang Menganggur Justru Pendidikannya Tinggi, Ini Ironi...

Whats New
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 5 Dibuka Sabtu Siang Ini

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 5 Dibuka Sabtu Siang Ini

Work Smart
BUMN Pengelolaan Kawasan Industri Ini Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

BUMN Pengelolaan Kawasan Industri Ini Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
[POPULER MONEY] Cara Dapat Rp 2,4 Juta untuk Pelaku Usaha Mikro | Gaji Ke-13 PNS

[POPULER MONEY] Cara Dapat Rp 2,4 Juta untuk Pelaku Usaha Mikro | Gaji Ke-13 PNS

Whats New
Janji Pemerintah: Tahun Depan Gaji Ke-13 dan THR ASN Dibayar 'Full'

Janji Pemerintah: Tahun Depan Gaji Ke-13 dan THR ASN Dibayar "Full"

Whats New
Pesta Diskon Besar-besaran HUT Ke-75 RI Dimulai, Cek Daftar Lengkapnya

Pesta Diskon Besar-besaran HUT Ke-75 RI Dimulai, Cek Daftar Lengkapnya

Spend Smart
IPC Tetap Layani Rute Pelayaran Internasional Meski 'Traffic' Turun, Ini Alasannya

IPC Tetap Layani Rute Pelayaran Internasional Meski "Traffic" Turun, Ini Alasannya

Whats New
Dapat Anggaran Rp 84,3 Triliun, Ini Prioritas Kemenkes pada 2021

Dapat Anggaran Rp 84,3 Triliun, Ini Prioritas Kemenkes pada 2021

Whats New
Kementerian PUPR Dapat Anggaran Terbesar pada 2021, untuk Apa Saja?

Kementerian PUPR Dapat Anggaran Terbesar pada 2021, untuk Apa Saja?

Whats New
Bantu Pengairan di Sumba Barat, Mentan Ajak Petani Kelola Sumber Air Melalui Embung

Bantu Pengairan di Sumba Barat, Mentan Ajak Petani Kelola Sumber Air Melalui Embung

Rilis
Luhut Akui Indonesia Terlalu Banyak Punya Bandara Internasional

Luhut Akui Indonesia Terlalu Banyak Punya Bandara Internasional

Whats New
Menko Airlangga Sebut RUU Cipta Kerja Bakal Rampung Tahun Ini

Menko Airlangga Sebut RUU Cipta Kerja Bakal Rampung Tahun Ini

Whats New
Menaker: Kami Punya PR yang Banyak

Menaker: Kami Punya PR yang Banyak

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X