KILAS EKONOMI

Inalum Ekspor Aluminium Primer ke Pasar Dunia

Kompas.com - 02/10/2018, 20:21 WIB
SEVP Pengembangan Bisnis Inalum, Dante Sinaga, Direktur Produksi Inalum S.S.Sijabat, Direktur Layanan Strategis, Ogi Prastomiyono, Direktur Utama, Budi G. Sadikin, Direktur Pengembangan Bisnis Inalum Oggy A. Kosasih, Direktur Umum dan Human Capital,  Carry EF. Mumbunan, dan SEVP Finance Inalum, Anton Herdianto, Selasa (2/10/2018). Dok InalumSEVP Pengembangan Bisnis Inalum, Dante Sinaga, Direktur Produksi Inalum S.S.Sijabat, Direktur Layanan Strategis, Ogi Prastomiyono, Direktur Utama, Budi G. Sadikin, Direktur Pengembangan Bisnis Inalum Oggy A. Kosasih, Direktur Umum dan Human Capital, Carry EF. Mumbunan, dan SEVP Finance Inalum, Anton Herdianto, Selasa (2/10/2018).
Editor Latief

KUALA TANJUNG, KOMPAS.com - PT Inalum (Persero) terus bergerak untuk mewujudkan visinya sebagai perusahaan aluminium global. Salah satu langkah konkretnya adalah melakukan ekspor ke Malaysia.

Tahun ini Inalum memproyeksikan penjualan ekspor mineral, batubara dan produk hilirisasinya sebesar 2,51 miliar dollar AS atau meningkat 33 persen dibandingkan realisasi pada 2017 lalu yang sebesar 1,89 miliar dollar AS.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh kinerja ekspor PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).

Tercatat sejak Januari sampai Agustus 2018, Holding Industri Pertambangan mencatat pertumbuhan nilai ekspor sebesar US$ 1,57 miliar atau 83% dari pencapaian akhir tahun lalu sebesar US$ 1,89 miliar.

"Peningkatan kinerja ekspor ini sesuai mandat pembentukan holding industri pertambangan untuk menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk itu kami terus mengejar berbagai target seperti pengembangan kapasitas produksi menjadi 1 juta ton dan peningkatan devisa melalui kegiatan ekspor aluminium," kata Budi G. Sadikin, Direktur Utama PT Inalum (Persero), Selasa (2/10/2018).

Untuk itu, lanjut Budi, Inalum juga terus menjalin kerjasama dengan pembeli di luar pasar Indonesia, seperti yang dilakukan hari ini dengan mengekspor 20.000 ton aluminium ingot ke Trafigura Pte. Ltd, di Port Klang Malaysia.

Pelepasan produk ekspor tersebut dilakukan di Pelabuhan INALUM Kuala Tanjung. Selain Budi, hadir juga Direktur Layanan Strategis Ogi Prastomiyono, Direktur Pengembangan Bisnis (Merangkap Direktur Pelaksana) Oggy A. Kosasih dan jajaran direksi lainnya. 

" Ekspor aluminium ingot ke Malaysia ini akan menjadi langkah nyata untuk menjadikan Inalum sebagai perusahaan global terkemuka. Ke depan, kami diharapkan mampu membawa Indonesia sebagai salah satu pemain global dalam pasar aluminium," ucap Budi.

Ekspor Inalum, khususnya aluminium ingot, tahun ini diproyeksikan mencapai 40 kilo ton yang senilai 79 juta dollar AS. Ekspor tersebut bertujuan ke negara-negara Jepang, Swiss, Singapura, Inggris, Australia, Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, dan Belanda.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia akan Habis dalam 9 Tahun

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia akan Habis dalam 9 Tahun

Whats New
Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak 'Kucing-kucingan' Lagi...

Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak "Kucing-kucingan" Lagi...

Whats New
Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Rilis
Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Whats New
Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Whats New
Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Rilis
BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Whats New
Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Whats New
Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Whats New
Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Whats New
Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Whats New
Percepatan Penyerapan Stimulus Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi di Kuartal IV 2020

Percepatan Penyerapan Stimulus Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi di Kuartal IV 2020

Whats New
Digitalisasi Semakin Masif akibat Pandemi, Perbankan Harus Hati-hati Salurkan Kredit

Digitalisasi Semakin Masif akibat Pandemi, Perbankan Harus Hati-hati Salurkan Kredit

Whats New
UU Cipta Kerja, Apa Pengaruhnya ke Kemampuan Membeli Rumah?

UU Cipta Kerja, Apa Pengaruhnya ke Kemampuan Membeli Rumah?

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X