Depresiasi Rupiah Kali Ini Terlemah Sejak 20 Tahun Terakhir

Kompas.com - 03/10/2018, 05:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Depresiasi rupiah terhadap dollar AS masih belum berkahir. Pada penututupan perdagangan kemarin, Selasa (2/10/2018) nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 15.042,05 per dollar AS di pasar spot Bloomberg.

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, melemahnya rupiah terhadap dollar AS saat ini merupakan level terendah sejak 20 tahun terakhir.

"Kelemahan ini kemungkinan didasarkan pada faktor eksternal dan kekhawatiran atas defisit transaksi berjalan mata uang negara yang semakin meluas menjadikannya krisis keuangan," jelas Lukman melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com Selasa (2/10/2018).

Dia menjelaskan, meskipun Bank Indonesia telah meningkatkan suku bunga acuan mereka BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebanyak 5 kali atau 150 bps sejak pertengahan Mei lalu nyatanya tidak mampu mempertahankan nilai tukar rupiah ataupu membatasi tekanan arus modal keluar.

Menguatnya dollar yang didukung ekspektasi kenaikan suku bunga bak sentral Amerika Serikat Federal Reserve serta diikuti ketegangan perdagangan AS dan China masih menjadi kunci utama yang memengaruhi kepercayaan investor.

"Rupiah dapat terdepresiasi lebih lanjut dalam waktu dekat. Sulit untuk memprediksi berapa banyak harga dapat tertekan lebih dalam jangka panjang, terutama ketika mempertimbangkan bagaimana rupiah sudah diperdagangkan di sekitar level yang tidak terlihat dalam 20 tahun," jelas Lukman.

Dia menambahkan, kondisi mata uang negara-negara berkembang termasuk Indonesia di minggu ini bisa semakin memburuk jika publikasi laporan tingkat tenaga kerja AS yang tertunda dipublikasikan.

"Masalah bisa menjadi lebih buruk untuk mata uang lokal minggu ini jika laporan pekerjaan AS yang tertunda mengalahkan ekspektasi pasar," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Spend Smart
Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Whats New
Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Earn Smart
Saat 'Green Energy' Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Saat "Green Energy" Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Whats New
G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

Whats New
Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Earn Smart
Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Whats New
MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

Whats New
Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Whats New
Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Whats New
Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Whats New
KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

Whats New
Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Rilis
BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi 'BTN Bisnis', Targetnya Rp 7 Triliun

BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi "BTN Bisnis", Targetnya Rp 7 Triliun

Whats New
Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.