Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

90 Persen Angkutan Barang Masih Gunakan Jalan Raya

Kompas.com - 03/10/2018, 14:18 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu permasalahan dalam moda pengangkutan darat adalah over dimension over loading (ODOL) atau truk kelebihan muatan. Permasalahan ini menimbulkan berbagai kerugian, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga kerusakan jalan.

Kasubdit Teknik Rekonstruksi, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nyoman Suaryana menyebut, ODOL merupakan permasalahan yang nyata terjadi. Nyoman menuturkan, truk yang kelebihan muatan tersebut menyebabkan kerusakan jalan.

Kementerian PUPR pun melakukan penghitungan terkait kerusakan jalan akibat truk kelebihan muatan dan dimensi. Menurut Nyoman, truk ODOL dapat mengurangi umur jalan secara signifikan.

"Kalau misalnya desain jalan itu 10 tahun, karena ada ODOL itu mungkin umurnya tiga tahun. Bisa mengurangi sepertiga umur jalan," kata Nyoman pada acara focus group discussion "Sudah Cukup Pembiaran Over Dimension Over Loading (ODOL)" yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan dan KG Media di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Nyoman menyatakan, untuk menekan ODOL, maka harus ada pembagian moda transportasi. Pasalnya, hampir seluruh pengangkutan barang dilakukan menggunakan angkutan jalan darat.

"Sekarang angkutan barang 90 peren lari ke jalan," ujar Nyoman.

Ia mengungkapkan, pihaknya mencoba untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pengangkutan barang dialihkan ke moda-moda transportasi lainnya, seperti kereta api atau kapal.

Dengan demikian, beban pengangkutan barang tidak harus melalui jalan raya. Pada akhirnya, beban jalan juga berkurang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Whats New
Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Whats New
Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Whats New
Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Whats New
Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Whats New
Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Whats New
Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Whats New
Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Work Smart
Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Whats New
Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Whats New
Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Whats New
Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Whats New
Mulai Mei 2024, Dana Perkebunan Sawit Rakyat Naik Jadi Rp 60 Juta Per Hektar

Mulai Mei 2024, Dana Perkebunan Sawit Rakyat Naik Jadi Rp 60 Juta Per Hektar

Whats New
KA Argo Bromo Anggrek Pakai Kereta Eksekutif New Generation per 29 Maret

KA Argo Bromo Anggrek Pakai Kereta Eksekutif New Generation per 29 Maret

Whats New
Mudik Lebaran 2024, Bocoran BPJT: Ada Diskon Tarif Tol Maksimal 20 Persen

Mudik Lebaran 2024, Bocoran BPJT: Ada Diskon Tarif Tol Maksimal 20 Persen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com