Freeport Indonesia Miliki 75 Orang Operator Perempuan di Grasberg

Kompas.com - 03/10/2018, 16:01 WIB
Tambang terbuka PT Freeport Indonesia, di Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika merupakan tambang terbuka terbesar di dunia. Dalam operasinya  PT Freeport Indonesia mengoperasikan puluhan haul truk untuk mengangkut material tambang dengan kapasitas angkut 240 ton hingga 320 ton. Alfian KartonoTambang terbuka PT Freeport Indonesia, di Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika merupakan tambang terbuka terbesar di dunia. Dalam operasinya PT Freeport Indonesia mengoperasikan puluhan haul truk untuk mengangkut material tambang dengan kapasitas angkut 240 ton hingga 320 ton.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia memiliki sejumlah pegawai perempuan yang bekerja sebagai operator alat berat. Menurut laporan PTFI, operator perempuan tersebut berjumlah 75 orang.

Mereka semua bertugas sebagai operator alat berat jarak jauh di tambang Grasberg Block Cave.  Mereka memiliki peran penting dalam operasi tambang Freeport Indonesia.

“Kami memang mempekerjakan pegawai perempuan sebagai operator alat berat dan ini sejak tahun lalu, tepatnya tanggal 12 Mei 2017 untuk pertama kalinya seorang karyawati berhasil mendapatkan lisensi penuh untuk mengoperasikan peralatan berat sistem kendali jarak jauh ini,” ujar Chris Zimmer, Senior Vice President-Mine Underground PT Freeport Indonesia dalam pernyataannya, Rabu (3/10/2018).

Zimmer menjelaskan, para operator perempuan ini mengoperasikan alat berat tambang bawah tanah di Grasberg Block Cave. Namun alih-alih mengoperasikan langsung di ke dalaman tambang, para operator perempuan ini mengoperasikan menggunakan alat kontrol khusus yang disebut Minegem dari ruang berpendingin udara di Tembagapura, Papua.

“Mereka tidak melakukan pekerjaan kasar. Mereka menjalankan salah satu peralatan tambang tercanggih di dunia dan telah membuktikan mereka lebih dari mampu untuk melakukannya," ujar Zimmer.

Pekerjaan sebagai operator Minegem ini membutuhkuan keahlian tinggi serta tentunya ketelatenan dan kesabaran. 75 operator perempuan ini adalah mereka yang terpilih yang telah mengikuti pelatihan panjang hingga mememiliki sertifikat untuk menjadi operator tambang.

Zimmer menambahkan, para operator ini juga mendapatkan penghasilan yang sama dengan rekan kerjanya yang berjenis kelamin laki-laki. Dia menyebutkan, walaupun merupakan perusahaan tambang, namun tidak ada diskriminasi berdasarkan pada jenis kelamin di PT Freeport Indonesia.

“Tingkat produktivitas para operator Minegem perempuan ini sama dengan operator laki-laki, dan mereka akan memiliki kesempatan pengembangan karir yang sama," tuturnya.

Kemampuan dan produktivitas para operator perempuan ini dalam bekerja diakui oleh Superintendent DMLZ Caving and Rehabilitation Hanjas Putra, pengawas lapangan bagi para operator Minegem.

“Mereka bekerja dalam dua shift, yaitu pagi dan malam. Jadwalnya sama dengan operator laki-laki. Selain itu, para perempuan ini juga bisa memanfaatkan waktu istirahatnya dengan sangat baik sehingga  memungkinkan mereka untuk bekerja lebih produktif,” kata Hanjas.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X