Taspen Life Beri Manfaat Asuransi untuk Petugas ATC yang Meninggal - Kompas.com

Taspen Life Beri Manfaat Asuransi untuk Petugas ATC yang Meninggal

Kompas.com - 04/10/2018, 19:57 WIB
Taspen Life memberikan manfaat asuransi kepada keluarga Anthonius Gunawan Agung, petugas ATC yang meninggal dunia di Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu, Kamis (4/10/2018). Dok. Taspen Life Taspen Life memberikan manfaat asuransi kepada keluarga Anthonius Gunawan Agung, petugas ATC yang meninggal dunia di Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu, Kamis (4/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Air Traffic Controller ( ATC) Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu, almarhum Anthonius Gunawan Agung memperoleh manfaat asuransi dari PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life). Manfaat tersebut diterima oleh kedua orang tua Agung.

Agung merupakan karyawan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) dan merupakan peserta dari program Jaminan Hari Tua (Taspen Save) dan Program Kesehatan Pensiun (Taspen Group Annuity) Taspen Life.
 
Dalam rangka melakukan pembayaran klaim, Taspen Life bekerja sama dengan pihak personalia AirNav Indonesia melalui layanan Pro Aktif Taspen Life, di mana ahli waris atau  keluarga Agung tidak perlu mengajukan klaim secara langsung kepada Taspen Life untuk dapat menerima manfaat asuransi.
 
Agung terdaftar menjadi peserta Taspen Life sejak Juni 2018. Manfaat asuransi yang diserahkan kepada ahli waris Almarhum Anthonius dalam program Jaminan Hari Tua dan Program Kesehatan Pensiun tersebut total sebesar Rp 590.652.809.

"Manfaat asuransi yang kami serahkan kepada keluarga Almarhum tidak akan sebanding dengan duka yang dialami oleh keluarga. Namun kami mengharapkan, semoga dengan apa yang telah kami serahkan dapat bermanfaat untuk pihak keluarga," ujar Maryoso Sumaryono, Direktur Utama Taspen Life dalam pernyataan resmi, Kamis (4/10/2018).

Agung tewas setelah mengarahkan pesawat Batik Air ID 6231terbang dari Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, saat gempa 7,4 SR mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah.

Saat itu, ia tetap berada di tower Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie meskipun teman-temannya telah turun dari tower dan berhamburan keluar.

Ia memastikan Batik Air lepas landas dengan selamat. Di tengah guncangan gempa, Anthonius terus berkomunikasi dengan pilot pesawat Batik Air hingga akhirnya pesawat berhasil terbang lepas landas.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X